Pertambahan umur pada lansia mengakibatkan fungsi fisiologisnya mengalami penurunan akibat proses penuaan, sehingga penyakit tidak menular atau penyakit degeneratif banyak muncul. Prevalensi penderita penyakit degeneratif di Indonesia yaitu 3,5 juta jiwa dan prevalensi tertinggi terdapat pada umur 55-74 tahun. Lansia juga mengalami gangguan psikologis salah satunya adalah ansietas. Faktor yang menyebabkan ansietas pada lansia salah satunya adalah dukungan keluarga, yang mana dukungan keluarga sangat dibutuhkan untuk lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan kelurga dengan tingkat ansietas pada lansia yang mengalami penyakit degenratif di Puskesmas Pasar Ahad Agam. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan pada tanggal 28 Juli - 01 Agustus 2022. Sampel berjumlah 56 responden dengan teknik pengambilan sampel non random sampling dengan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kusioner dukungan keluarga yang terdiri dari 14 pernyataan dan kusioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) yang terdiri dari 14 pernyatan, dan telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil penelitian didapatkan hasil proporsi lansia yang memiliki dukungan keluarga baik ditemukan pada ansietas ringan (93,1%) dibandingkan dengan lansia yang memiliki dukungan keluarga buruk pada ansietas sedang (60%). Data dianalisa dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p value = 0,000, artinya terdapat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat ansietas pada lansia yang mengalami penyakit degeneratif di Puskesmas Pasar Ahad Agam. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat ansietas pada lansia yang mengalami penyakit degeneratif. Saran bagi keluarga agar memberikan perhatian dan dukungan kepada lansia agar lansia tidak mengalami ansietas.
Copyrights © 2023