Conference on Innovation in Health, Accounting, and Management Sciences Proceeding
Vol. 1 (2020): Proceeding 1st Setia Budi Conference on Innovation in Health, Accounting, and Managem

Hubungan PSN dengan ABJ Aedes aegypti Sebagai Vektor Penyakit DBD di Desa Hadiluwih, Sumberlawang, Sragen

Chori Ayu Setyoningrum (Program Studi D4 Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Setia Budi Surakarta)
Tri Mulyowati (Program Studi D4 Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Setia Budi Surakarta)
Rinda Binugraheni (Program Studi D3 Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Setia Budi Surakarta)



Article Info

Publish Date
24 Nov 2020

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu infeksi yang disebabkan virus dengue. Dengue adalah virus penyebab penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes sp, nyamuk tersebut merupakan jenis yang berkembang paling cepat di dunia. Cara yang dianggap efektif untuk pencegahan serta pemberantasan DBD pada saat ini dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M pada seluruh masyarakat secara terus menerus. Keberhasilan kegiatan PSN tersebut dapat diukur dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) yang diperoleh dari pemeriksaan jentik secara berkala. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan PSN dengan ABJ Aedes aegypti sebagai vektor penyakit DBD di Desa Hadiluwih Sumberlawang Sragen, dan untuk mengetahui berapa persentase Angka Bebas Jentik (ABJ) Aedes aegypti di Desa Hadiluwih Sumberlawang Sragen. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden dari 20 rumah disetiap RTnya. Metode survei jentik yang digunakan yaitu single larva. Teknik analisis data yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara PSN dengan ABJ Aedes aegypti sebagai vektor penyakit DBD di Desa Hadiluwih Sumberlawang Sragen. Besar persentase Angka Bebas Jentik (ABJ) di Desa Hadiluwih Sumberlawang Sragen sebesar 47,5% dimana hasil tersebut belum memenuhi standar KemenKes yaitu sebesar 95%.

Copyrights © 2020