Siswa belajar matematika karena takut pada guru bukan atas dorongan keingintahuannya. Sehingga siswa hanya berorentasi pada hasil akhir, bukan pada prosesnya. Agar siswa tertarik mengikuti pembelajaran matematika, maka seharusnya pembelajaran matematika dilaksanakan dengan cara yang menarik, menyenangkan, dan melibatkan siswa secara aktif. Masalah ini jika dibiarkan berlanjut akan berakibat pada hasil belajar yang diperoleh siswa di bawah KKM (< 75). Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru adalah menerapan Model AKS pada pembelajaran Matematika Kelas V SDN 10 Sungai Sapih kota Padang. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah "apakah hasil belajar matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran AKS lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional?". Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian adalah Randomized Control Group Only Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V yang terdaftar pada tahun ajaran 2014/2015 sebanyak empat kelas (161 orang). Dengan teknik pengambilan sampel dengan cara pengundian nomor, diperoleh kelas V.c sebagai kelas eksperimen dan kelas V.d sebagai kelas kontrol. Pengolahan data hasil tes akhir dilakukan melalui uji hipotesis yang menggunakan uji-t. Setelah dilakukan perhitungan diperoleh thitung > ttabel (2,915 > 1,66), hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima. Artinya hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model AKS lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional.
Copyrights © 2015