Kekayaan ekoleksikon akan suatu tradisi, kebudayaan, adat istiadat merupakan satu hal penting yang harus terus digali dan dipelihara. Penelitian ini bertujuan untuk menggali khazanah ekoleksikon tentang Gowirio dalam bahasa Nias Utara dialek tengah, dan untuk mendeskripsikan praksis sosial akan setiap ekoleksikon yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh dengan melakukan wawancara untuk memperoleh ekoleksikon tentang Gowirio. Metode analisis data menggunakan deskrispi kualitatif yaitu dengan mengumpulkan semua data, kemudian mengklasifikasikan data, disajikan dalam bentuk tabel kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 85 ekoleksikon tentang Gowirio dalam bahasa Nias Utara dialek tengah; terdiri atas 43 nomina, 27 verba dan 15 adjektiva. Adapun praksis sosial yang terdapat dalam ekoleksikon tersebut terdiri atas dimensi ideologikal yang mencakup kepercayaan, dan dimensi sosiologikal yang mencakup kesederhanaan dan menjaga kekerabatan antar anggota sosial kemasyarakatan.Jadi, dapat disimpulkan bahwa khazanah ekoleksikon tentang Gowirio dalam bahasa Nias Utara dialek tengah sangatlah beragam dan variatif. Ekoleksikon dan ekologi ini pun perlu digali lagi serta dipertahankan keberadaannya supaya tidak hilang di tengah perkembangan peradaban masyarakat Nias yang begitu pesat.Berdasarkan hal tersebut, hendaknya masyarakat Nias lebih berpartisipasi aktif dalam memelihara dan menjaga ekologi dan ekoleksikonnya supaya generasi berikutnya tidaklah hanya mendengar cerita namun tetap melihat eksistensinya.Kemudian, penelitian berikutnya juga dapat dilakukan di berbagai kekayaan tradisi, kebudayaan, adat istiadat yang ada di pulau Nias yang dapat dikaji dari sudut pandang ekolinguistik.
Copyrights © 2022