Pembelajaran bahasa, khususnya dalam bahasa asing ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan pembelajar dalam proses pembelajaran tersebut, yaitu bisa adanya pengaruh dari bahasa Ibu (inteferensi bahasa Ibu), kurang memahaminya tentang unsur-unsur yang berhubungan dengan pengetahuan bahasa tersebut yaitu tataran fonologi, gramatkal, semantik, sosiolingustik dan lain lain. Dengan kondisi tersebut pembelajar cenderung melakukan kesalahan-kesalahan ketika berkomunikasi menggunakan bahasa kedua tersebut baik komunikasi lisan maupun tulisan. Menurut para pakar dalam proses pebelajaran bahasa asing adalah suatu hal yang wajar apabila terjadi kesalahan. Tarigan mengatakan bahwa analisis kesalahan berbahasa adalah suatu proses kerja yang digunakan oleh para guru dan peneliti bahasa dengan langkah-langkah pengumpulan data, pengidentifikasian kesalahan yang terdapat di dalam data, penjelasan kesalahan-kesalahan tersebut, pengklasifikasian kesalahan itu berdasarkan penyebabnya, serta evaluasi taraf keseriusan kesalahan itu(1990, 68). Tujuan melakukan penelitian ini untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang terjadi pada kompetensi berbicara bahasa Jepang pada mahasiswa, dan bisa dijadikan dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar. Metode penelitiannya adalah kwalitatif deskriptif dengan melalui pendekatan Roleplay. Hasil penelitian Analisis kesalahan kompetensi berbicara bahasa Jepang ini dari jumlah 20 data wacana percakapan hampir semua data terdapat kesalahan dalam kategori “siasat berkomunikasi yang berhubungan dengan unsur budaya”, Strategi Berbicara”dan terdapat juga kesalahan ranah “Linguistik bidang gramatikal”, dan dalam melakukan prakteknya ketika berkomunikasi dengan melalui roleply masih terdapat kesalahan yang berhubungan dengan ranah linguistic “Bidang fonologi”.
Copyrights © 2022