Pembiayaan kesehatan di Indonesia semakin meningkat, maka diperlukan analisis efektivitas biaya. Analisis efektivitas biaya merupakan metode farmakoekonomi dalam pengambilan keputusan obat-obatan agar lebih efektif secara manfaat dan biaya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui obat antihipertensi yang paling cost-effectiveness di RSUD Cilacap. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dan penelitian dilakukan secara cross sectional dan retrospektif. Sampel yang digunakan adalah pasien hipertensi rawat jalan di RSUD Cilacap sejumlah 92 pasien. Penelitian ini menggunakan metode farmakoekonomi analisis efektivitas biaya/CEA. Data yang diambil meliputi: data riwayat pasien hipertensi ,data obat antihipertensi dan data biaya terapi hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan effektivas terapi obat amlodipin 5mg 77,78%, amlodipin 10 mg 74,04%, valsartan 75%, bisoprolol 2,5 mg 66,67%, bisoprolol 10 mg 50%, candesartan 8 mg 61,54 %, candesartan 16 mg 40% , ramipril 10 mg 66,67%. Berdasarkan nilai ACER amlodipin 5 mg lebih cost-effective dengan nilai Rp. 955,66 dibandingkan dengan obat amlodipin 10 mg Rp. 1.000,26, valsartan Rp. 1.091,93, bisoprolol 2,5 mg Rp. 1.137,37, bisoprolol 5 mg Rp. 1.482,80, candesartan 8 mg Rp. 1.241,79, candesartan 16 mg Rp. 1.991,50 dan ramipril 10 mg Rp. 1.703,31. Sehingga obat amlodipin paling cost-effectiveness dibandingkan dengan obat antihipertensi lainnya.
Copyrights © 2022