Pengurangan faktor air semen (fas) dan penambahan admixture pozzolanic seperti (silicafume) sering digunakan untuk memodifikasi komposisi beton dan mengurangi pori-pori. Di Indonesia penambahan material tambahan pada campuran beton telah banyak digunakan. Bahan-bahan limbah di sekitar lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambah dalam campuran beton. Salah satu pemanfaatan material alternatif seperti limbah cangkang keong bakau. Keong bakau (Telescopium telescopium) banyak di jumpai di perairan payau dan merupakan hama di tambak. Cangkang keong bakau mengandung kalsium karbonat (CaCO3) dalam kadar yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan batu gamping, cangkang telur, keramik, atau bahan lainnya. Penelitian ini menguji kuat tekan dan tarik belah beton dengan menggunakan cangkang keong bakau yang dibakar lalu di tumbuk hingga jadi abu dan di ayak dengan menggunakan saringan no. 200 sebagai bahan tambah dalam dalam pembuatan beton. Pembuatan benda uji ini dilakukan dengan menggunakan silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan variasi penambahan abu cangkang keong bakau 3%, 7% dan 10% dan akan dilakukan pengujian pada hari ke 3,7,14 dan 28 . Berdasarkan analisis data dari hasil pengujian diperoleh kuat tekan pada umur 28 hari sebesar (33,404 MPa) pada variasi 10%, (29,818 MPa) variasi 7%, (27,648 MPa) variasi 3%, dan normal (25,855 MPa). Pada pengujian kuat tarik belah beton diperoleh hasil sebesar (3,090 MPa) variasi 10%, (2,807 MPa) variasi 7%, (2,689 MPa) variasi 3%, dan normal (2,642 MPa), menunjukkan bahwa penambahan abu cangkang keong bakau pada beton dapat menambah kuat tekan dan kuat tarik belah beton.
Copyrights © 2022