Kemajuan teknologi komputasi dalam pengolahan data secara numerik telah dimanfaatkan dalam bidang prakiraan cuaca. Prediksi cuaca berdasarkan model numerik perlu dilakukan pengujian untuk menentukan nilai galat serta akurasi data model terhadap data pengamatan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai galat (error) yang dihasilkan data model WRF (Weather Research and Forecast) terhadap data pengamatan permukaan serta udara atas Stasiun Meteorologi Hasanuddin pada tanggal 6 Desember 2021. Metode Verifikasi yang digunakan terdiri dari RMSE (Root Mean Square Error), ME (Mean Error), MAPE (Mean Absolute Percentage Error) dan Koefisien Korelasi. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa data pengamatan permukaan hasil model WRF yang paling akurat yaitu data suhu udara, kelembaban relatif, dan tekanan udara dengan nilai persentase galat menurut metode MAPE berada dibawah 4%. Namun nilai korelasi suhu udara, kelembaban relatif, dan tekanan udara berada dibawah 0.1% yang menandakan hubungan data model dan data observasi sangat lemah. Sementara untuk data udara atas yang diuji dalam penelitian ini terdiri dari data CAPE dan CIN. Pada hasil pengujian didapatkan hasil bahwa data CIN memiliki akurasi yang lebih baik dikarenakan nilai galat yang terukur tergolong rendah dengan persentase MAPE sebesar 3.76%.
Copyrights © 2023