Remaja saat ini lahir dengan perkembangan teknologi informasi yang sudah berkembang pesat, sedangkan bagi orangtua dan guru teknologi adalah hal yang baru dan butuh waktu untuk dapat menguasainya. Hal ini menyebabkan munculnya kesenjangan antara orangtua/guru dan remajanya. Dimana orangtua dan guru tidak sepenuhnya mampu memantau aktivitas remaja. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orangtua dan guru tentang literasi media sosial sehingga dapat mencegah ancaman siber pada remaja. Mitra dalam pengabdian ini adalah 63 orangtua dan 28 guru di SMA Laboratarium Pembangunan di kota Padang. Metode yang dilakukan menggunakan psikoedukasi. Hasil yang didapatkan adalah meningkatnya pengetahuan tentang literasi sosial media, dampak ancaman siber pada siswa dan upaya pencegahannya.
Copyrights © 2023