Agresivitas merupakan fenomena yang biasa ditemui dalam kehidupan bersosial. Korbandan pelaku dari agresivitas ini rata-rata adalah siswa sekolah. Agresivitas yang terjadidisekolah disebabkan oleh beberapa faktor terutama faktor broken home (perceraian)yang mengakibatkan siswa menjadi kurang perhatian dan mulai mencari perhatian dengancara yang negative. Untuk dapat menurunkan angka agresivitas pada siswa, diperlukanadanya sebuah treatment dengan layanan konseling kelompok teknik self-instruction daripendekatan CBT. Teknik ini bertujun untuk mengubah pola pikir yang salah menjadirasional sehingga mempengaruhi perilaku siswa. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah one group pre-test post-test design dengan hanya menggunakan satukelompok tanpa pembanding. Hasil perhitungan angka menggunakan uji paired t testyang menunjukan hasil ð‘¡â„Žð‘–ð‘¡ð‘¢ð‘›ð‘” > ð‘¡ð‘¡ð‘Žð‘ð‘’ð‘™ yaitu 2,8076 > 2,571, artinya ð»ð›¼ diterima danð»0 ditolak. Dimana hasil menunjukkan adanya pengaruh dari layanan konselingkelompok teknik self-instruction terhadap agresivitas siswa.Kata kunci: Self-instruction, Agressivitas, Broken home, konseling kelompok
Copyrights © 2021