Nilai moral, budaya dan kehidupan sosial, memiliki lingkup kehidupan masyarakat yang luas, karena kita hidup dan berkembang tidak lekat dari budaya masyarakat. Aspek dalam kehidupan sosial yang telah ada di masyarakat merupakan cerminan dari munculnya nilai moral itu sendiri. Oleh karena itu, budaya Moral, kehidupan sosial, dan budaya sangatlah berkaitan erat. Oleh karena itu, tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektifitas konsep moral yang di tinjau dari perspektif Emile Durkheim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, karena data yang diperoleh berupa pernyataan, kalimat, atau kutipan, tidak dalam angka. Data untuk penelitian ini berupa kutipan pernyataan atau kalimat yang mengandung nilai moral. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa; (1) Konsep moral menurut Emile Durkheim yaitu, kesepakatan manusia (masyarakat), yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang dihormati oleh manusia. Moral dalam segala bentuknya tidak dapat hidup kecuali dalam masyarakat. Menurut Durkheim moralitas bersifat duniawi kemasyarakatan dan tidak bersangkut paut dengan sesuatu yang adikodrati (Tuhan). (2) Konsepsi moralitas Emile Durkheim bila di tinjau dari perspektif pendidikan Islam memiliki kesamaan dalam hal moral sebagai kesepakatan manusia (masyarakat) yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang dihormati oleh masyarakat. Sedangkan perbedaanya adalah yang menjadi dasar moral Emile Durkheim hanyalah masyarakat, tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan yang adikodrati (Tuhan).
Copyrights © 2023