Kabupaten Kolaka Utara memiliki beberapa daerah yang kekurangan air, sehingga memerlukan upaya-upaya dalam mengelola sumberdaya air. Salah satu daerah yang sering mengalami kekurangan air tetapi memiliki potensi untuk dibangunnya embung adalah desa Lelewawo di Kecamatan Batu Putih.Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan melakukan upaya pengawetan air dengan cara membangun reservoir/tampungan berupa embung dan juga tetap memelihara serta melakukan konservasi DAS (Daerah Aliran Air). Perhitungan ketersediaan air (debit andalan) dihitung menggunakan Metode F.J. Mock dan NRECA. Analisis kebutuhan air dihitung berdasarkan berbagai keperluan, berupa kebutuhan air bersih, municipal, domestik, industri, air irigasi yang diperhitungkan untuk kebutuhan saat ini dan akan datang. Simulasi pemanfaatan Embung Batu Putih dilakukan dengan berbagai kondisi, yaitu pada kondisi kering, normal, rendah dan cukup. Perhitungan metode NRECA mempunyai prosentase selisih sebesar 1% sehingga dianggap bahwa metode NRECA yang mendekati dengan keadaan di lapangan. Dimana dengan luas DAS Embung sebesar 2,15 km2 dan besarnya debit andalan adalah 0.136 m3/dtk. Hasil simulasi tampungan embung batu putih menunjukkan hasil yang sukses, dimana kebutuhan air baku dan air irigasi di wilayah Embung Batu Putih terpenuhi dalam berbagai kondisi, yaitu pada musim kering, debit air normal dan pada debit air cukup.
Copyrights © 2021