Bau badan merupakan masalah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, salah satu penyebabnya adalah bakteri Staphylococus epidermidis. Salah satu tanaman yang diduga dapat mencegah bau badan adalah tanaman daun beluntas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji skrining fitokimia ekstrak daun beluntas dengan uji flavonoid, terpenoid, dan fenolik serta uji antibakteri terhadap bakteri Staphylococus epidermidis. Uji antibakteri menggunakan metode difusi agar tehnik sumuran menggunakan konsentrasi 40%, 80%, dan 100% dengan kontrol positif ciprofloxasin 50µg/ml dan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil skrining menunjukkan ekstrak daun beluntas mengandung flavonoid, tanin, steroid, dan fenolik. Uji antibakteri menghasilkan diameter zona hambat yang terbentuk pada kelompok konsentrasi 40%, 80%, dan 100%, secara berurutan adalah 8,84 mm, 10,52 mm, dan 12,77 mm. Hasil uji statistik menggunakan uji One Way Annova didapatkan nilai signifikan p=0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun beluntas mampu menghambat bakteri Staphylococus epidermidis dengan konsentrasi paling efektif yaitu konsentrasi 80% dan 100%.
Copyrights © 2021