Semen dapat bereaksi dengan air membentuk kalsium hidrosilikat (CSH) dan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) yang mempengaruhi kualitas pada semen. Ca(OH)2 dapat menurunkan kekuatan pada bangunan yang mengakibatkan keretakan dan umur bangunan yang singkat. Salah satu cara mereduksi jumlah Ca(OH)2 pada semen adalah dengan menambahkan material yang mengandung silika seperti limestone (SiO2 = 1.44%), andesite (SiO2 = 23.98%), fly ash (SiO2 = 39.67%) dan trass (SiO2 = 53.32%). Material tersebut dapat mengikat dan mereduksi Ca(OH)2 hingga membentuk CSH pada semen sehingga meningkatkan kekuatan pada bangunan. Penentuan % reduksi Ca(OH)2 dilakukan dengan proses ekstraksi dengan HCl. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, dengan parameter variasi material silika pada variasi waktu kontak 1, 3, 7, dan 14 hari diperoleh %reduksi Ca(OH)2 pada limestone berturut-turut adalah 26.09 %, 44.29 %, 62.86 %, dan 81.05 %. Pada Andesite berturut-turut adalah 54.52 %, 62.48 %, 87.11 %, dan 90.14 %. Pada fly ash berturut-turut adalah 39.74 %, 63.61 %, 87.87 %, dan 89.00 %. Pada trass berturut-turut adalah 81.05 %, 90.52 %, 93.93 %, dan 96.21 %. Dari keempat material silika, yang paling berpengaruh dalam mereduksi Ca(OH)2 dari waktu ke waktu pada semen yaitu pada penambahan trass dengan persentase penurunan optimal sebesar 96.21 %.
Copyrights © 2022