Mayoritas pengguna tidak dapat mengelola penggunaan listrik dengan baik dengan baik seperti lupa mematikan lampu saat bepergian, kipas angin elektronik tetap menyala, televisi yang dibiarkan hidup karena ditinggal tidur, lupa mengoffkan air conditioner, dan penggunaan barang elektronik lainnya yang tidak perlu menjadi faktor penyebab terjadinya pemborosan listrik. Hal ini pun menjadi pemicu tingginya tagihan listrik yang semakin naik harga tiap kWH-nya. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan merancang bangun pemonitor kWh meter untuk memantau penggunaan energi listrik berbasis internet of things. Hasil penelitian menunjukkan bahwa smart mobile kWh meter berbasis Internet of Things (IoT) dapat diakses menggunakan smartphone berbasis android. Parameter listrik yang dapat dimonitor mencakup tegangan, arus, daya, dan serapan energi. Keempat parameter tersebut terbaca dengan akurat melalui sinyal sensor PZEM004T yang memiliki tingkat ketelitian sebesar 97,7%. Hasil pembacaan nilai tegangan, arus, daya, energi, dan biaya listrik ditampilkan secara real time untuk memudahkan proses monitoring. Smart mobile kWh meter memberi keleluasaan untuk memonitor penggunaan listrik pada ruang lingkup pengguna yang lebih luas, termasuk menyajikan data riwayat penggunaan beban yang juga dapat dicetak terpisah ketika kWh meter milik PLN mengalami kerusakan.
Copyrights © 2023