Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemenuhan hak Pendidikan Kepercayaan bagi peserta didik Penghayat Kepercayaan di SMA Negeri 17 Surabaya dan upaya sekolah dalam menyelesaikan permasalahan pemenuhan Pendidikan bagi peserta didik Penghayat Kepercayaan. Menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Menggunakan teori keadilan oleh John Rawls. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kepercayaan di SMA Negeri 17 Surabaya belum ada. Dibuktikan dengan peserta didik yang harus mengikuti pembelajaran Pendidikan Kepercayaan di luar sekolah yaitu di sanggar Sapta Darma. Upaya sekolah dalam menyelesaikan permasalahan pemenuhan hak pendidikan bagi peserta didik Penghayat Kepercayaan di SMA Negeri 17 Surabaya yaitu berkomunikasi dengan Dinas pendidikan agar diberikan rekomendasi guru Penghayat Kepercayaan di SMA Negeri 17 Surabaya. Fasilitas yang diberikan oleh sekolah yaitu dengan memberikan ruang beribadah bagi peserta didik Penghayat Kepercayaan.
Copyrights © 2023