Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kearifan local suku Baduy untuk meningkatkan kualitas pendidikan dilihat dari sudut pandang Etno-Pedagogis. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan menggun akan metode kualitatif. Metode ini mendukung pengamatan fenomena dan selanjutnya mempertanyakan sifat bermakna dari fenomena ini. Analisis dan wawasan penelitian kualitatif sangat dipengaruhi oleh kekuatan kata dan frase yang digunakan. Salah satu suku dan masyarakat Indonesia yang masih memiliki kearifan lokal adalah Baduy. Suku Baduy ada di Lebak, Banten. Nilai luhur adat suku Baduy adalah menjaga dan melindungi alam tanpa mengubah atau menghancurkannya. Mereka tidak pernah memberontak dengan kehidupan yang sederhana; sebaliknya, mereka terus belajar bekerja sama, saling membantu, dan mendorong diskusi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Studi Etno-Pedagogi, pemimpin yang hadir memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan: 1) Memotivasi dan Menginspirasi: Pemimpin yang hadir dalam pendidikan mampu memotivasi dan menginspirasi siswa untuk mencapai potensi terbaik mereka; 2) Membangun Karakter dan Etika: Pemimpin pendidikan berperan dalam membangun karakter dan etika yang kuat pada siswa; 3) Mengembangkan Keterampilan Kepemimpinan: Pemimpin yang hadir dalam pendidikan juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan mereka sendiri; 4) Membangun Hubungan yang Positif: Pemimpin yang hadir dalam pendidikan berperan dalam membangun hubungan yang positif antara siswa, pendidik, serta masyarakatl; dan 5) Memperkuat Identitas dan Nilai Budaya: Pemimpin yang hadir dalam pendidikan dapat memperkuat identitas dan nilai budaya yang ada dalam komunitas.
Copyrights © 2023