Penelitian ini berawal dari kenyataan bahwa masih ada siswa yang berkata kotor dan kasar terhadap guru, masih ada yang suka bertengkar dengan teman, melanggar disiplin sekolah, mempunyai sikap cuek terhadap lingkungan sekolah, melakukan tindakan yang melanggar norma, dan kurang hormat terhadap guru. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya guru bimbingan konseling mengembangkan emosi siswa pada masa remaja. Metode penelitian yaitu deskriptif kuantitatif. Populasi adalah guru bimbingan konselingdi SMP Negeri Kota Padang yang bertugas pada tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 77 orang. Pengambilan sampel menggunakan Cluster Sampling, yang berjumlah 20 orang guru bimbingan konseling. Instrumen yang digunakan berupa angket, data dianalisis menggunakan teknik persentase menggunakan bantuan komputer program Microsoft Office Excel, SPSS 20.0. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: Upaya guru bimbingan konseling mengembangkan emosi positif siswa termasuk pada kategori kurang baik sebesar 45%. Dengan demikian diharapkan adanya kerjasama dengan guru mata pelajaran agar lebih memperhatikan perkembangan emosi siswa dalam proses belajar danuntuk peneliti lainnya melanjutkan dengan sampel orangtua, sehingga diperoleh gambaran yang lebih kompleks tentang perkembangan emosi siswa dilingkungan keluarga.
Copyrights © 2022