Obstipasi atau sembelit adalah suatu permasalahan kesehatan yang berhubungan dengan kurang baiknya kondisi ketika buang air besar yang disebabkan karena kakunya feses. Biji alpukat dipercaya memiliki efek untuk melembekkan feses sehingga waktu transit feses dapat dipercepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas senyawa laksansia yang terdapat pada ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) dengan metode transit intestinal terhadap tikus putih (Rattus norvegicus). Biji buah alpukat dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 3x24 jam hingga didapatkan ekstrak pekat. Pengujian aktivitas laksansia dilakukan terhadap 5 kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok kontrol positif (Dulcolax), kelompok kontrol negatif (Na-CMC), dan tiga kelompok uji yang menggunakan ekstrak biji buah alpukat 20%, 40%, dan 60%. Masing-masing kelompok perlakuan terlebih dahulu diinduksi dengan Gambir 600mg/200 g BB selama 2 hari untuk memberikan efek sembelit. Selanjutnya seluruh kelompok perlakuan diberikan 1 mL suspensi norit sebagai marker. Setelah 25 menit, tikus dibedah untuk dipotong bagian pylorus sampai ke rektum, lalu direnggangkan dan diukur panjang usus seluruhnya, dan panjang usus yang dilalui marker. Penetapan efektivitas laksansia dilakukan dengan membandingkan % rasio jarak marker dan panjang usus antara kelompok uji dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol biji alpukat persetujuan 60% memiliki efek pencahar pada tikus putih dengan nilai 86,39%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa senyawa dalam biji buah alpukat memiliki efektivitas terhadap peningkatan motilitas usus tikus putih.
Copyrights © 2023