Rahab is one of the characters in the Old Testament. She was viewed by society as a sinner, a prostitute, and part of the “marginalized” class because of her work. However, God had a different perspective. He saw Rahab's faith as that of a woman who was willing to be open and cooperate with Him. God used Rahab to fulfill His plan of salvation for the nation of Israel. In fact, Rahab's participation in God's work of salvation reappears in the genealogy of Jesus. Rahab is present in her human imperfection as a sinner and a “broken” person embraced by God's love. This reality shows how vast and deep God's compassion is for those who are looked down upon by the world.AbstrakRahab adalah salah satu tokoh dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Ia dipandang oleh masyarakat sebagai wanita pendosa, perempuan sundal (pelacur) dan menjadi bagian dari kaum “marginal” oleh karena pekerjaannya. Tetapi, Allah memiliki perspektif yang berbeda. Ia memandang iman Rahab sebagai wanita yang mau terbuka dan bekerja sama dengan-Nya. Allah memakai Rahab untuk mewujudkan rencana keselamatan-Nya bagi bangsa Israel. Bahkan, partisipasi Rahab dalam karya keselamatan Allah kembali muncul dalam narasi genealogi Yesus. Rahab hadir dalam ketidaksempurnaan manusiawinya sebagai manusia berdosa dan “hancur” yang dirangkul oleh kasih Allah. Realitas ini ingin memperlihatkan betapa luas dan dalam belas kasih Allah kepada orang-orang yang dipandang rendah oleh dunia.
Copyrights © 2023