Kajian ini membahas tentang fenomena sintagmatik dan paradigmatik dalam Bahasa Bali. Kajian ini menitikberatkan pada relasi sintagmatik dan paradigmatik dalam Bahasa Bali. Kajian sintagmatik dan paradigmatik merupakan salah satu bagian dari pemikiran linguistik struktural. Teori struktural mulai muncul dan berkembang pada tahun 1916, yang diprakarsai oleh tokoh strukturalis Ferdinand de Saussure. Pikiran-pikiran pokok de Saussure berkaitan dengan signifiant dan signifie, langue dan parole, telaah sinkronis dan diakronis, serta telaah sintagmatik dan paradigmatik. Pada aspek relasi sintagmatik dan paradigmatik dianalisis satuan-satuan bahasa pada tataran fonologi, morfologi, dan sintaksis. Gagasan (notion) sintagmatik dan paradigmatik yang ditautkan dengan unsur-unsur atau satuan lingual kebahasaan dapat dibedakan menjadi dua yaitu relasi sintagmatik dan relasi paradigmatik. Relasi sintagmatik adalah relasi makna (semantik) secara horizontal sedangkan relasi paradigmatik adalah relasi bentuk atau relasi vertikal. Dengan pengertian bahwa hubungan sintagmatik adalah hubungan in presentia (horizontal) dan hubungan in absentia yaitu hubungan vertikal.Kata kunci: sintagmatik, paradigmatik, bahasa bali, linguistik struktural.
Copyrights © 2022