Ekosistem mangrove di Pulau Jawa mengalami degradasi setiap tahunnya, terlepas dari perannya sebagai salah satu ekosistem utama pesisir. Hal ini diperparah dengan kejadian tumpahan minyak akibat kebocoran pipa pada sumur YYA-1 ONWJ milik Pertamina, yang mencemari wilayah perairan dan pesisir Muara Gembong. Presepsi dan respon masyrakat terhadap kejadian tersebut penting untuk ditelaah lebih lanjut guna menentukan langkah dan kebijakan yang diambil untuk meminimalisir dampak-dampak terkait. Metode yang digunakan dalam riset ini menggunakan teknik survei dengan wawancara langsung masyarakat di Muara Gembong dengan menggunakan skala likert dan juga observasi langsung keadaan di daerah riset. Hasil dari survei wawancara masyarakat di Muara Gembong menyatakan bahwa mayoritas warga sekitar telah memiliki pengetahuan yang baik terhadap dampak negatif yang ditimbulkan dari tumpahan minyak terhadap ekosistem mangrove yang ada di daerah pesisir. Respon dari masyarakat untuk melakukan pembersihan tumpahan minyak di lokasi yang terpapar dapat berdampak meminimalisir kematian mangrove di daerah tersebut perlu didukung.
Copyrights © 2021