Seiring perubahan zaman yang semakin maju, berubah pula tatanan kehidupan masyarakat. Dari hal yang paling kecil misalnya tegur sapa dengan guru. Dahulu setiap kali bertemu dengan orang, yang muda menyapa yang tua, akan tetapi sekarang adat yang seperti itu telah menurun. Fenomena kemerosotan akhlak anak seperti melawan kepada guru, bolos pada jam mata pelajaran, tidak shalat dan terlambat datang ke sekolah. Peningkatan kualitas akhlak penting ditanamkan kepada peserta didik MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH TAMIANG UJUNG GADING, agar akhlak yang kurang baik dapat ditanggulangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru Bimbingan Konseling dalam membina karakter siswa dan kendala yang di hadapi dalam membina karakter siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam hal ini peneliti melakukan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Upaya guru Bimbingan Konseling dalam membina karakter siswa sudah maksimal dan terlaksana dengan baik. Karena dapat kita lihat guru bimbingan konseling dapat menerapkan kedisiplinan terhadap diri sendiri maupun peserta didik. 2) Guru Bimbingan Konseling bisa memotivasi, menasehati dan memberi contoh kepada peserta didik agar memiliki akhlak yang baik dan mampu menerapkannya dilingkungan masyarakat.3) Faktor Penghambat guru Bimbingan Konseling Dalam Membina karakter Siswa adalah dari didikan orang tua dan lingkungan yang ia tinggali.
Copyrights © 2022