Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyimak Melalui Metode Bercerita Dengan Media Ritatoon Pada Anak di TK Aba Paraman Ampalu Sar'an; Nasution, Soibatul Aslamiah
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i1.388

Abstract

Kemampuan menyimak pada anak usia dini sering terabaikan meskipun memiliki peran mendasar dalam perkembangan bahasa dan keberhasilan akademik selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses, peningkatan, serta faktor yang memengaruhi keterampilan menyimak melalui metode bercerita dengan media ritatoon pada anak di TK ABA Paraman Ampalu. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan, melibatkan seorang kepala sekolah dan tiga guru sebagai subjek penelitian, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita dengan media ritatoon efektif meningkatkan keterampilan menyimak anak melalui integrasi aspek visual dan audio yang menjaga fokus serta keterlibatan. Selain itu, metode ini mendorong interaksi aktif, memperkaya kosakata, serta menanamkan nilai moral melalui cerita, meskipun masih terdapat kendala pada ketersediaan media dan kesiapan guru. Implikasinya, metode bercerita dengan dukungan media ritatoon tidak hanya menjadi strategi pembelajaran yang menarik, tetapi juga instrumen penting bagi perkembangan anak secara holistik, khususnya pada aspek bahasa dan sosial-emosional dalam pendidikan usia dini.
THE INFLUENCE OF THE PROBLEM BASED LEARNING MODEL ON THE LEARNING OF ACHIEVEMENTS TO IMPROVE STUDENTS' THINKING ABILITY Ainun, Nur; Budio, Sesra; Sar'an
Mandeh : Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2025): Mandeh : Jurnal Pendidikan Islam (Juli-Desember)
Publisher : Amanah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the low thinking ability of students in the teaching and learning process where students only receive information or knowledge from an educator without wanting to issue assumptions, ideas or opinions. Students will be required to have good thinking skills, if students have good abilities, then students can choose and sort out the correct information. This research aims to: Know the application of the problem based learning model to the learning of aqidah and morals at the Islamic Boarding School of Madrasah Aliyah Muhammadiyah Tamiang Ujung Gading, Know the thinking ability of students in the learning of aqidah and morals at the Islamic Boarding School of Madrasah Aliyah Muhammadiyah Tamiang Ujung Gading, Know the influence of the problem based learning model on the learning of aqidah and morals to improve students' thinking abilities at the Islamic boarding school of Madrasah Aliyah Muhammadiyah Tamiang Ujung Gading. This research is motivated by the low thinking ability of students in the teaching and learning process where students only receive information or knowledge from an educator without wanting to issue assumptions, ideas or opinions. Students will be required to have good thinking skills, if students have good abilities, then students can choose and sort out the correct information. This type of research is quantitative research with a sample of 40 respondents. The data collection methods used in this study are questionnaires, documentation and observation. Data processing is carried out using SPSS 24.0 software for validity, reliability, simple regression analysis, hypothesis testing and descriptive analysis. Based on the results of this study it can be concluded that the application of the problem based learning model at the Islamic boarding school of Madrasah Aliyah Muhammadiyah Tamiang Ujung Gading has a significant impact on students' thinking skills in learning aqidah akhlak as evidenced by the t-count and t-table values ​​of the Problem-Based Learning Model Variable (X) of (2.822> 2.02439) or sig (0.052> 0.05). This means that H0 is rejected and Ha is accepted. The coefficient of determination (R Square) is 0.017, which means that the Problem Based Learning Model variable has an effect on Thinking Ability.
Upaya Guru Bimbingan Konseling dalam Pembinaan Karakter Siswa Ratna Musnida Sari; Sar'an
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2022): January
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v7i1.12

Abstract

Seiring perubahan zaman yang semakin maju, berubah pula tatanan kehidupan masyarakat. Dari hal yang paling kecil misalnya tegur sapa dengan guru. Dahulu setiap kali bertemu dengan orang, yang muda menyapa yang tua, akan tetapi sekarang adat yang seperti itu telah menurun. Fenomena kemerosotan akhlak anak seperti melawan kepada guru, bolos pada jam mata pelajaran, tidak shalat dan terlambat datang ke sekolah. Peningkatan kualitas akhlak penting ditanamkan kepada peserta didik MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH TAMIANG UJUNG GADING, agar akhlak yang kurang baik dapat ditanggulangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru Bimbingan Konseling dalam membina karakter siswa dan kendala yang di hadapi dalam membina karakter siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam hal ini peneliti melakukan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Upaya guru Bimbingan Konseling dalam membina karakter siswa sudah maksimal dan terlaksana dengan baik. Karena dapat kita lihat guru bimbingan konseling dapat menerapkan kedisiplinan terhadap diri sendiri maupun peserta didik. 2) Guru Bimbingan Konseling bisa memotivasi, menasehati dan memberi contoh kepada peserta didik agar memiliki akhlak yang baik dan mampu menerapkannya dilingkungan masyarakat.3) Faktor Penghambat guru Bimbingan Konseling  Dalam Membina karakter Siswa adalah dari didikan orang tua dan lingkungan yang ia tinggali.
Normalizing Abusive Language on Social Media: Prevention Strategies and Islamic Education Approaches Iswandi, Iswandi; Taufik Hidayat; Sar'an
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of social media has significantly changed people's communication patterns, but at the same time, it has given rise to issues of language ethics, particularly the widespread use of offensive language, which has undergone a process of normalization. Abusive language is no longer viewed as a violation but rather as part of a normal digital communication culture, particularly among children and adolescents. This phenomenon has the potential to influence character formation, reduce politeness, and weaken social empathy. This study aims to analyze the normalization of offensive language on social media, identify influencing factors, and examine prevention strategies through an Islamic education approach. This research used a qualitative approach with a case study approach. The subjects consisted of adolescents who actively use social media, their parents, and Islamic Religious Education teachers. Data were collected through in-depth observation of social media activity, semi-structured interviews, and documentation studies. Data analysis was conducted interactively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, applying triangulation of sources and methods to ensure data validity. The results indicate that the normalization of offensive language occurs through repeated exposure, digital social pressure, and minimal guidance on language ethics from families and schools. Harsh language normalized in digital spaces carries over into everyday social interactions. However, Islamic education has proven to play a strategic role in preventing this phenomenon through internalizing the values ​​of language etiquette, leading by example, and strengthening noble morals. This research emphasizes the importance of integrating Islamic education into digital literacy to foster a culture of polite and responsible communication on social media.