Propinsi Kalimantan Barat jika ditotalkan menduduki peringkat ke lima dengan nilai 23.94% buta aksara di semua kelompok umur. Di Kabupaten Sintang terdapat 8,77% masyarakat masuk kategori buta aksara, dan Kabupaten Sintang masuk peringkat 4 se-Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi berbasis android dengan nama aplikasi ABA (Android Buta Aksara). Metode penelitian yang digunakan adalah R&D (Research and Development). Adapun model yang digunakan yaitu model 4D, yang memiliki 4 tahap diantaranya: Define, Design, Develop, Disseminate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan media sudah menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa Topan Nanga, Desain media yang dihasilkan ialah aplikasi ABA (Android Buta Aksara), Pengembangan berdasarkan perhitungan validasi media oleh ahli media dan ahli isi, dengan persentase 92% kategori sangat baik, hasil persentas hasil uji ahli isi 87,96 % kategori Baik, persentase hasil uji ahli media berbasis android 94% kategori Sangat Baik, uji responden 83% kategori Baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan aplikasi ABA dinyatakan layak sebagai media pendukung dalam memberantas keaksaraan di desa Topan Kecamatan Nanga Kayan Hulu.
Copyrights © 2023