Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, dengan menyiramkan nutrisi yang dicairkan ke media tanam. Peneliti memilih hidroponik jenis vertikal karena sesuai untuk tanaman yang membutuhkan oksigen dan air yang mengalir, serta cocok untuk daerah perkotaan yang terbatas. Selain itu, hidroponik juga membutuhkan lahan yang lebih sedikit dan tidak perlu mengganti media tanam saat panen ulang. Algoritma fuzzy adalah metode logika yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang memiliki variabel yang tidak pasti. Dengan menggunakan algoritma fuzzy, proses pengontrolan nutrisi dan pH dapat dilakukan lebih efisien. Salah satu alasan pemilihan untuk menggunakan logika fuzzy adalah karena memiliki spektrum output yang luas, sehingga output tidak hanya bisa bernilai 0 atau 1, tetapi juga bisa bernilai seperti 0.1, 0.15, dan seterusnya. Nutrisi adalah bahan makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang, sedangkan pH adalah ukuran keasaman atau kebasaan suatu larutan. Dalam sistem hidroponik vertikal, kontrol nutrisi dan pH merupakan faktor penting untuk menjamin pertumbuhan tanaman selada air yang optimal. Nilai optimal pH dan ppm telah ditentukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, yaitu 700 ppm dan 5,5 hingga 6,5 untuk pH. Peneliti memilih selada air sebagai tanaman yang akan dikontrol karena banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan memiliki banyak manfaat karena mengandung banyak mineral seperti kalium, kalsium, dan fosfor.
Copyrights © 2023