Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Kendali Kekeruhan dan pH Media Hidroponik untuk Selada Air menggunakan Algoritma Fuzzy Fathurrahman, Farhan; Setiawan, Eko; Fitriyah, Hurriyatul
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 7 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, dengan menyiramkan nutrisi yang dicairkan ke media tanam. Peneliti memilih hidroponik jenis vertikal karena sesuai untuk tanaman yang membutuhkan oksigen dan air yang mengalir, serta cocok untuk daerah perkotaan yang terbatas. Selain itu, hidroponik juga membutuhkan lahan yang lebih sedikit dan tidak perlu mengganti media tanam saat panen ulang. Algoritma fuzzy adalah metode logika yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang memiliki variabel yang tidak pasti. Dengan menggunakan algoritma fuzzy, proses pengontrolan nutrisi dan pH dapat dilakukan lebih efisien. Salah satu alasan pemilihan untuk menggunakan logika fuzzy adalah karena memiliki spektrum output yang luas, sehingga output tidak hanya bisa bernilai 0 atau 1, tetapi juga bisa bernilai seperti 0.1, 0.15, dan seterusnya. Nutrisi adalah bahan makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang, sedangkan pH adalah ukuran keasaman atau kebasaan suatu larutan. Dalam sistem hidroponik vertikal, kontrol nutrisi dan pH merupakan faktor penting untuk menjamin pertumbuhan tanaman selada air yang optimal. Nilai optimal pH dan ppm telah ditentukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, yaitu 700 ppm dan 5,5 hingga 6,5 untuk pH. Peneliti memilih selada air sebagai tanaman yang akan dikontrol karena banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan memiliki banyak manfaat karena mengandung banyak mineral seperti kalium, kalsium, dan fosfor.
Optimalisasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Masyarakat Melalui Edukasi Pola Konsumsi Fadhil, Muhammad Luthfi Irsyadul; Al Kahfi, Muhammad; Zandy, Rozan Kusuma; Fathurrahman, Farhan; Susilo, Muhammad Wangsa Putranto; Afrilia, Ananda; Nafasari, , Dyah Linda Syafina; Sulistyowati, Yuyun; Razani, Athaya Fairuz Damalika; Khasanah, Oktavia Putri; Nurdianto, Talqis
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.81.1282

Abstract

The application of a healthy and clean lifestyle in daily life can determine the sustainability of a community’s well-being. A clean and healthy lifestyle can begin with the cleanliness and health of the household kitchen in each family. However, many people still do not pay attention to this lifestyle. For example, some people in Sarwodadi, Pejawaran, Banjarnegara, still neglect the cleanliness and health of their household kitchens. The kitchen is a place for preparing and serving food to the family. The cleanliness and health of the kitchen and food processing directly affect the family members' health. This community service program aims to raise awareness and understanding among PKK (Family Welfare Program) mothers regarding Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) through education on healthy consumption patterns of side dishes to improve family health quality. The methods used include interactive counseling, distribution of educational posters, and a follow-up program called "Healthy Kitchen," which involves home visits to PKK mothers for further education on balanced nutrition. The results of this program show an increase in understanding and awareness among PKK mothers about the importance of personal hygiene, environmental cleanliness, and healthy eating habits. Most PKK mothers reduced their consumption of instant food and began paying more attention to the cleanliness of their home environment. Success indicators were measured through direct observations, interviews, and evaluations, which showed active community participation in applying PHBS. The main challenge in this program was changing old habits and limited access to nutritious food. Therefore, the proposed follow-up actions include providing digital educational modules, regular monitoring, and collaboration with health centers to strengthen the continuous implementation of PHBS. With a consistent and structured approach, it is hoped that this program will have a positive impact on creating healthier and empowered families.