Pada saat ini konsumen memiliki penilaian yang lebih kritis terhadap berbagai aspek di restoran salah satunya dalam antrian dan kemudahan memilih tempat duduk. Bagi banyak konsumen, menunggu antrian untuk dilayani merupakan pengalaman yang negatif. Salah satu contoh kasus antrian panjang yang terjadi adalah pada restoran Mie Gacoan Kota Madiun. Kasus ini dibuktikan dengan data survei yang dilakukan kepada 86 responden. Pada hasil survei, didapat data bahwa 100% responden pernah mengalami antrian yang panjang. Maka dari itu, dilakukan perancangan pengalaman pengguna aplikasi pemesanan makanan dari meja untuk dapat mempermudah pelanggan memilih meja terlebih dahulu sebelum memesan makanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah design thinking karena metode ini cocok untuk melakukan pemecahan masalah yang belum terdefinisi secara jelas. Untuk pengujian aplikasi, dilaksanakan pengujian usability kepada 14 responden dan menghasilkan nilai aspek efektivitas success rate sebesar 100%, aspek efisiensi dengan menggunakan perhitungan Time Based Efficiency sebesar 0,148 goals/detik dan hasil kepuasan sebesar 76,4 berada pada peringkat Good, Grade B dan kategori Acceptable. Selanjutnya dilakukan pengujian pengalaman pengguna menggunakan metode UEQ (User Experience Questionnaire) dan menghasilkan nilai sebesar 1,77 dari aspek daya tarik, nilai 1,75 dari aspek kejelasan, 1,82 dari aspek efisiensi, 1,79 dari aspek ketepatan, 1,73 dari aspek stimulasi dan nilai 1,21 dari aspek kebaruan. Seluruh hasil pengujian tersebut menjadi landasan untuk melakukan perbaikan antarmuka sesuai dengan umpan balik yang diberikan responden.
Copyrights © 2023