Abdimas Dewantara
Vol 6 No 2 (2023): Article in Press

Assesmen kerusakan rumah tinggal Pasca Gempa Cianjur November 2022 mengacu kepada Standar PUPERA

Lolom Evalita Hutabarat (Universitas Kristen Indonesia)
Pinondang Simanjuntak (Universitas Kristen Indonesia)
Efendy Tambunan (Universitas Kristen Indonesia)
Candra Christianti (Universitas Kristen Indonesia)



Article Info

Publish Date
22 Oct 2023

Abstract

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dahsyat yang sangat mengganggu aktivitas manusia. Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra. Seperti diketahui bersama bahwa Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik semuanya melewati Indonesia. Potensi pergeseran kerak bumi inilah yang memicu terjadinya gempa saat terjadinya patahan atau patahan bergerak. Akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat pada Senin 21 November 2022 jam 13.21 WIB telah mengakibatkan 268 korban jiwa dan lebih dari 2000 bangunan rusak parah bahkan hancur sama sekali berdasarkan data BMKG. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kerjasama dengan beberapa instansi terkait untuk melakukan assessment kerusakan bangunan di daerah yang terdampak bencana gempa bumi. Lokasi yang di asses adalah desa Cikancana kampung Babakan Bandung Kabupaten Cianjur. Masalah utama adalah bahwa bangunan rumah dan bangunan fasilitas umum di lokasi ini belum memenuhi standar bangunan tahan gempa menurut peraturan terbaru SNI 1726:2019 khususnya pada sambungan sambungan.   Assessment of residential house damage after Cianjur Earthquake November 2022 Based on PUPERA Standard   Abstract: Earthquake is one of the most catastrophic natural catastrophes, significantly impacting human activity. Indonesia is situated physically between two continents and two oceans. As we all know, the Indo-Australian, Eurasian, and Pacific Plates travel through Indonesia. Earthquakes are caused by potential movement in the earth's crust caused by faults or fault movement. The earthquake that rocked Cianjur Regency in West Java Province on Monday, November 21, 2022, at 13.21 WIB killed 268 people and damaged or destroyed about 2,000 buildings, according to BMKG data. This community service activity is a collaboration with numerous associated entities to survey building damage in earthquake-affected communities. Cikancana Village, Babakan Village, Bandung, and Cianjur Regency were the locations evaluated. The fundamental issue is that this site's dwellings and public facility buildings must fulfill earthquake-resistant building standards based on the most recent SNI 1726: 2019 regulations, particularly for joints.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

abdimasdewantara

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Arts Humanities Computer Science & IT Economics, Econometrics & Finance Education

Description

Jurnal Abdimas Dewantara menerbitkan memuat tulisan-tulisan hilirisasi penelitian pada organisasi masyarakat, industri, serta instansi-instansi terkait dalam rangka peningkatanpartisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Artikel ...