Kemajuan teknologi informasi dengan pendidikan sekuler telah menempatkan pelayanan spiritual gembala terdesak dan cenderung di tinggalkan. Integritas gembala dan institusi gereja sebagai platform utama Alkitabiah dalam pembentukan karakter spiritual manusia sedang terkendala. Kemiskinan intuisi Ilahi menghambat lahirnya Visi dan misi baru dalam era digital yang memanjakan logika dan perhitungan matematika. Integritas gembala merupakan bentuk kolaborasi yang tinggi antara tugas yang diemban sebagai pemimpin institusi gereja, namun tidak melepaskan intuisi Ilahi dalam karya Roh Kudus untuk sebuah visi dan misi gereja yang update dan menjadi kebutuhan umat di era kekinian. Pertanyaannya bagaimana mengembangkan integritas gembala sebagai pemimpin dari institusi gereja yang mengalami koreksi karena perubahan zaman dan intuisi ilahi dari pemberdayaan Roh Kudus yang sering diremehkan karena ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era digital? Tujuan penelitian adalah pertama untuk mendeskripsikan kembali integritas gembala yang Alkitabiah. Kedua adalah merumuskan strategi gembala sebagai pemimpin institusi gereja dan pengembangan intuisi Ilahi dalam era digital. Kontribusi penelitian ini agar para gembala dapat menjaga integritas diri dengan mengupgrade kepemimpinan diri dan intuisis Ilahi dalam menjalankan tugas sesuai dengan kompleksitas pergumulan jemaat dalam era digital
Copyrights © 2023