Karakter disiplin peserta didik menjadi problem khusus di kelasX IPS SMA St. Antonius Bangun Mulia terutama kehadiran yangtidak tepat waktu, etika berpakaian, tidak disiplin dalammengerjakan dan mengumpulkan tugas dan sebagainya.Peneliti melakukan riset memiliki tujuan mengkaji mengenaiperan guru mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dalammeningkatkan karakter disiplin bagi peserta didik kelas X-IPS diSMA St. Antonius Bangun Mulia. Metode yang dipakai dalamriset ini adalah kualitatif. Metode ini dipilih peneliti lebih mudahmemahami dan mendalami suatu masalah secara mendalamserta dapat menjelaskan secara detail suatu masalah yangterjadi, mulai dari mengidentifikasi masalah hingga menjelaskansolusinya. Proses pengumpulan data terdiri dari 3 tahap yaitupengamatan langsung oleh peneliti, wawancara mendalam dandokumentasi. Sasaran dari riset ini antara lain 1 guruPendidikan Agama Katolik, 1 guru sebaya, dan 6 siswa kelas XIPS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, gurupendidikan agama Katolik telah menjalankan perannya sebagaipendidik dan pewarta melalui pembelajaran agama Katolik dikelas, berperan sebagai petugas pastoral dengan memberikanpelayanan, pendampingan, dan pendampingan kepada pesertadidik baik di dalam ataupun di luar pembelajaran agama Katolik,dimulai dengan absensi, disiplin berpakaian, danmengumpulkan waktu penugasan secara teratur. Guru matapelajaran pendidikan agama Katolik juga berperan sebagai pembimbing bagi siswa. Kedua, hasil penelitian yang diperolehmenunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatankarakter disiplin, karena kehadiran guru yang konsisten dalampembelajaran, khususnya dalam meningkatkan karakterdisiplin. Kepedulian dan semangat guru menjadi prioritas utamadan memiliki peran penting di kelas maupun di sekolah. Siswamudah diarahkan jika guru ada di kelas, tetapi jika guru tidakhadir di kelas, maka situasi kelas dapat menjadi tidak tertib danakan menimbulkan kegaduhan bagi kelas lainnya.
Copyrights © 2023