Studi ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna dalam ritual pembuatan kapal pinisi di Kabupaten Bulukumba. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah tukang kayu, pemilik kapal, dan tokoh adat yang terlibat dalam proses pembuatan kapal pinisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual pembuatan kapal pinisi di Kabupaten Bulukumba memiliki bentuk dan makna yang sangat dipengaruhi oleh budaya lokal. Bentuk ritual ini terdiri dari serangkaian tahapan, mulai dari pemilihan kayu hingga peluncuran kapal. Setiap tahapan dilakukan dengan penuh perhatian dan didasarkan pada keyakinan spiritual yang kuat. Makna dalam ritual pembuatan kapal pinisi juga sangat penting bagi masyarakat Bulukumba. Ritual ini merupakan simbol kelanjutan tradisi maritim dan cara hidup masyarakat pesisir. Kapal pinisi dianggap sebagai simbol keberanian, kekuatan, dan kesuksesan dalam mengarungi kehidupan di laut. Selain itu, ritual ini juga memiliki makna keagamaan. Masyarakat Bulukumba percaya bahwa kapal pinisi memiliki roh dan jiwa yang harus dihormati. Oleh karena itu, proses pembuatan kapal pinisi dilakukan dengan penuh rasa hormat dan keramat. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang budaya dan tradisi lokal di Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dan masyarakat setempat dalam upaya melestarikan dan mengembangkan budaya maritim di wilayah ini.
Copyrights © 2023