Susastra : Jurnal Ilmu Sastra dan Budaya
Vol 1, No 1 (2005): Susastra: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya (Juni 2005)

Sustaining The Local by Embracing the Global? Theatre and Contemporary Javanese/Indonesian Identity

Barbara Hatley (Jurnal HISKI Vol 1 No 1 Tahun 2005)



Article Info

Publish Date
22 Dec 2021

Abstract

Tulisan ini didasarkan observasi selama 25 tahun mengenai teater atau seni pertunjukan di Jawa Tengah, terutama di Yogyakarta, sebagai cerminan identitas lokal. Pada pandangan saya, bentuk-bentuk teater, diartikan secara luas, berperanan penting dalam mengekspresikan pengalaman sosial dan sense of identity dari macam-macam kelompok orang Jawa/Indonesia—orang-orang yang hidup di Jawa dan sekaligus di Indonesia modern. Pada akhir tahun 70an waktu saya mulai studi ini, ketoprak sangat populer sebagai hiburan rakyat. Teater modern, teater bahasa Indonesia, punya peranan penting juga pada akhir 70an dan 80an untuk pemain dan penontonnya. Tapi peminat teater umumnya terdiri dari kalangan sosial agak berbeda, pelajar dan mahasiswa, terutama yang punya pandangan kritis terhadap kekuasaan politik dan sosial. Pada tahun 90an sampai sekarang peranan ketoprak dan teater sudah berubah. Banyak pemain teater terseret oleh perkembangan televisi yang pesat sekali pada tahun 90an dengan berdirinya stasiun komersial. Tapi ketoprak dan teater berjalan terus, dalam bentuk yang baru, dengan tetap mengekspresikan aspek identitas lokal Yogyakarta. Ketoprak muncul di TV dengan menggunakan naskah tertulis, banyak bahasa Indonesia, dramaturgi barat, dan teknologi film mempunyai bentuk dan hubungan sosial yang jauh berbeda dari hiburan wong cilik tahun 70an. Globalisasi tidak bisa ditolak adalah keterangan seorang sutradara ketoprak tentang kesediannya mengikuti tren media massa, dan memasukkan bahasa asing dan bahasa iklan dalam pertunjukkannya. Selama 10-12 tahun terakhir ini tokoh teater modern bekerjasama dengan sutradara dan pemain ketoprak dalam usaha  sama, untuk menciptakan pertunjukan yang berakar pada realitas sosial kontemporer, dan dengan begitu menarik massa pennonton yang merasa terwakili. Seni pertunjukan di Yogya jelas punya identitas lokal, yang diwarnai oleh kesediaan melibatkan diri dengan arus modernisasi dan globalisasi. Siapa persis yang menjadi publiknya, golongan mana dalam masyarakat yang merasa terwakili oleh pementasan sekarang ini, adalah pertanyaan yang menarik.Kata kunci: theatre, identity, performance, ketoprak

Copyrights © 2005






Journal Info

Abbrev

susastra

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya (2580-636X) is a journal aiming to publish articles about literature and culture. SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya accepts articles from authors of national or international institutions, accepts submissions of original articles that have not been ...