Proses transportasi benur merupakan bagian penting dari kegiatan penyediaan benur secra kontinyu dan berkelanjutan. Permasalahan transportasi benur adalah ketidaktepatan didalam menggunakan metode trasnportasi tertutup pada benur, yang menyebabkan tingginya kematian benur ketika sampai di lokasi tambak. Pengemasan dengan sistem insulasi merupakan pilihan yang tepat digunakan untuk proses panen benur vaname, agar kondisi benur tetap sehat dan prima pada saat penerimaan di tambak atau konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pengemasan dengan sistem insulasi terhadap kondisi benur udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada saat penerimaan di tambak.Metode penelitian adalah studi lapang secara langsung. Wadah yang digunakan adalah container box berbahan plastik yang sudah di lapisi didalamnya menggunakan styrofoam yang berfungsi sebagai isolator panas untuk mencegah panas yang masuk kedalam kemasan. Beberapa parameter yang diamati adalah fluktuasi suhu kantong selama distribusi, kualiats air kantong penerimaan (suhu, DO, pH, TAN), stres test (formalin stres test dan salinity stres test ), SR, GVC (Green Vibrio Count) in water and Fry. Hasil yang didapatkan adalah ; fluktuasi suhu relatif stabil selama perjalanan, rata-rata 24,50C, rata-rata DO 19,98 mg/lt, rata-rata pH 7,22, rata-rata TAN 0,15 ppm, stres test (formalin stres test 98% dan salinity stres test 98%), GVC in water 4274 cfu/ml dan GVC in fry 17121cfu/gr. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disumpulkan bahwa pengemasan dengan sistem insulasi sangat baik diterapkan dalam rangkaian proses panen benur di hatchery dan transportasi.
Copyrights © 2023