Simpan Pinjam Perorangan (SPOP) merupakan kegiatan pemberian permodalan berupa dana kepada masyarakat yang membutuhkan untuk keperluan tertentu yang mempunyai kegiatan simpan pinjam. Kegiatan ini memiliki permasalahan seperti kurangnya kesadaran, adanya pengaruh informasi tidak benar, tidak berjalannya sistem tanggung rentang, turunnya harga karet, adanya faktor alam dan adanya efek covid 19. Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta membahas secara mendalam mengenai efektivitas penyaluran kredit Simpan Pinjam Perorangan (SPOP) pada Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat(DAPM) Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan (studi kasus Desa Paran, Desa Mangkayahu dan Kelurahan Paringin Timur). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kualitatif dan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan sampel dengan cara purposive sampling berjumlah 13 orang. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas penyaluran kredit Simpan Pinjam Perorangan (SPOP) pada Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan belum efektif dari Pertama pada sub variabel pemahaman program diketahui indikator pengetahuan program, sosialisasi pengenalan program dan pemahaman tujuan program masih belum efektif. Kedua pada sub variabel tepat sasaran diketahui ketepatan penerima manfaat belum efektif dan proses analisis yang dilakukan sudah sesuai prosedur yang berlaku. Ketiga pada aspek tepat waktu bahwa indikator ketepatan waktu pencairan pinjaman dan ketepatan waktu dalam pembayaran tagihan masih belum efektif. Keempat pada aspek tercapainya tujuan pada indikator tujuan yang hendak dicapai dan strategi pelaksanaan program masih belum efektif. Kelima pada sub variabel perubahan nyata indikator sebelum dan sesudah menjadi nasabah belum berjalan dengan begitu baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu pendidikan, usia, perekonomian, tingkat kepedulian masyarakat, dan pekerjaan. Upaya yang dilakukan pengelola yaitu memberikan sanksi kepada peminjam yang menunggak dan menghentikan sementara perguliran pada desa terbanyak yang menunggak. Peningkatkan efektivitas penyaluran Simpan Pinjam Perorangan (SPOP) diharapkan kepada camat Kecamatan Paringin dan kepala desa agar dapat bekerjasama mendukung kegiatan ini, adapun pengelola agar dapat melakukan pendampingan terhadap peminjam, berikutnya anggota nasabah diupayakan agar dapat menggunakan dana pinjaman tersebut untuk kebutuhan usaha.
Copyrights © 2023