Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui representasi nilai-nilai Patriotisme yang terkandung dalam lirik lagu daerah ‘Butet’ yang berasal dari provinsi Sumatera Utara. Sejatinya sebuah karya seni khususnya lirik lagu merupakan hasil kreativitas dan luapan emosi yang mendalam dari penciptanya. Tak hanya penyaluran emosi, sebuah lagu juga tak dapat dipisahkan dari unsur budaya yang melekat dalam diri penciptanya. Penulis menganalisis lagu ini menggunakan metode kualitatif analisis Semiotika model buah pikiran Roland Barthes. Peneliti akan mengkaji nilai patriotisme yang terkandung dalam lagu ‘Butet’ dengan menginterpretasikan makna denotasi, konotasi dan mitos pada setiap lirik lagu. Berdasarkan kajian semiotika terhadap lirik lagu ‘Butet’, penulis melihat representasi nilai patriotisme yang tergambar dari makna denotasinya yaitu seorang ayah yang memberi kabar kepada putrinya bahwa dia ikut dalam perjuangan melawan penjajah di medan perang dan berharap putrinya kelak juga bisa berkontribusi dengan menjadi anggota Palang Merah atau sukarelawan medis. Sedangkan makna konotasinya pencipta lagu ingin melukiskan rasa rindu dan kecemasan yang amat dalam seorang prajurit perang kepada istri dan putrinya namun ditahannya untuk pulang sampai ia berhasil mengusir penjajah dari tanah airnya. Terakhir, makna mitosnya, pencipta lagu berusaha menuangkan keresahan hati para pejuang kemerdekaan dimana mereka bukan hanya rela dan siap gugur demi kemerdekaan Indonesia namun juga kehilangan kesempatan untuk melihat tumbuh kembang putri tercintanya.
Copyrights © 2023