Industri obat tradisional berupa jamu didominasi oleh usaha kecil dan menengah khususnya di wilayah Kota Banjarbaru dan sekitarnya. Jamu yang sering dikonsumsi adalah jamu cair “ready to drink”, akan tetapi jamu jenis ini memiliki kelemahan segera diminum dan tidak dapat bertahan lama. Oleh karena itu, diperlukan cara untuk meningkatkan lama penyimpanan dan dapat dijual bebas dalam bentuk kemasan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mitra pengabdian yaitu “Wedang Sewu Omah” dalam membuat jamu instan kunyit asem rempah. Kegiatan ini berlangsung di rumah ketua mitra Wedang Sewu Omah dan dihadiri oleh anggota yang semuanya bermata pencaharian sebagai pembuat jamu gendong. Hasil didapat bahwa dalam satu kali pembuatan dengan menggunakan 1 kg gula pasir dan kunyit sebanyak 2 kg didapatkan hasil sebanyak 500 g. Setiap peserta sangat senang karena mendapatkan keterampilan baru dalam mengolah jamu bubuk instan sehingga dapat dijual bebas tanpa khawatir cepat bau. Harga jual per botol dengan berat bersih 60 g adalah Rp. 25.000,-. Keuntungan yang diperoleh adalah 2 modal. Jumlah keuntungan tersebut mampu meningkatkan omset pedagang jamu gendong.
Copyrights © 2024