Telemedicine menjadi solusi bagi pasien dan tenaga medis untuk mempermudah akses pelayanan kesehatan. Dokter dan dokter gigi perlu memiliki pengetahuan, sikap, dan praktik yang baik terhadap telemedicine sehingga mengoptimalkan manfaat telemedicine. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran skor knowledge, attitude, dan practice dari dokter dan dokter gigi yang berpraktik di wilayah yang berbeda (Grobogan dan Kudus). Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik cross sectional study menggunakan intrumen kuesioner KAP. Subjek penelitian ini yaitu dokter dan dokter gigi di rumah sakit, puskesmas, dan praktik mandiri di Kabupaten Grobogan dan Kudus. Uji statistik menggunakan Mann-Whitney test (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokter dan dokter gigi memiliki skor knowledge (p=0,317) dan attitude (p=0,319) yang tidak berbeda secara signifikan, baik di wilayah kerja Kabupaten Grobogan maupun Kudus dengan skor yang tergolong sangat baik di kedua wilayah. Namun, terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,007) pada skor practice terhadap telemedicine antara wilayah kerja Kabupaten Grobogan dan Kudus. Dokter dan dokter gigi di Kabupaten Grobogan memiliki skor practice yang tergolong tidak baik, sedangkan di Kabupaten Kudus tergolong kurang baik. Faktor lingkungan kerja, karakteristik pasien di wilayah kerja, usia dan lama praktik dapat mempengaruhi keterampilan dan praktik profesional kesehatan dalam menggunakan telemedicine sehingga perlu adanya dukungan dari berbagai pihak.
Copyrights © 2024