Kota Bekasi telah mengembangkan transportasi massal berupa rencana pembangunan LRT (light rail transit) Cawang-Bekasi Timur yang merupakan lintas pelayanan 3 LRT Jabodebek yaitu Stasiun Jatibening Baru, Stasiun Cikunir 1, Stasiun Cikunir 2, Stasiun Bekasi Barat, dan Stasiun Bekasi Timur. Namun, perencanaan konsep TOD di Kota Bekasi dalam pelaksanaannya tidak dapat dicapai hanya dengan melihat peran titik transit sebagai tempat naik dan turun penumpang. Sehingga diperlukan prioritas dalam pelaksanaan pengembangan di kawasan transit stasiun Light Rail Transit (LRT) Bekasi dengan konsep TOD yang sesuai dengan fungsi daya dukung lingkungan wilayahnya agar dapat terstruktur dan terintegrasi dengan baik. Berangkat dari permasalahan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian prioritas rencana pengembangan kawasan dengan konsep TOD yang ada di Kota Bekasi. Penulisan ini bersifat analisis kuantitatif yaitu analisis penilaian prioritas kawasan TOD di Kota Bekasi menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan perhitungan pembobotan skoring. Hasil penelitian dari keseluruhan proses analisa diperoleh diperoleh tipologi kelas sebagai penetapan rencana pengembangan kawasan TOD berdasarkan tingkatan prioritas yang dibagi menjadi 3 sub kategori yaitu: 1) Prioritas 1 yaitu TOD Bekasi Barat dan TOD Bekasi Timur diarahkan sebagai TOD Kota; 2) Prioritas 2 yaitu TOD Cikunir 2 diarahkan sebagai TOD Sub Kota; dan 3) Prioritas 3 yaitu TOD Jaticempaka/Jatibening Baru diarahkan sebagai TOD Sub Kota dan TOD Cikunir 1 sebagai TOD Lingkungan.
Copyrights © 2019