Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KAJIAN IDENTIFIKASI POTENSI RTH DAN ARAHAN PENGEMBANGAN KAWASAN SUMUR RESAPAN DI KECAMATAN PASAR REBO Herlin Sukmarini; Reny Savitri; Sutaryo
SIKAMA : Sinergi Akademisi dan Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Sikama
Publisher : Lembanga Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/sikama.v1i1.4

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan bagian dari susunan penataan ruang kota yang memiliki fungsi untuk memberikan keseimbangan antara kualitas lingkungan dengan kemajuan sebuah kota. Ketentuan penetapan RTH kota terdiri dari 20% RTH publik dan 10% RTH privat dari luas wilayah administrasi kota, sesuai dalam ketentuan Undang-Undang Penataan Ruang Nomor 26 tahun 2007. Secara fungsional keberadaannya akan memberikan keindahan, kenyamanan, edukasi, perlindungan dan menjaga kestabilan ekologi kota itu sendiri. Ruang terbuka hijau publik merupakan ruang hijau yang bersifat terbuka untuk umum dan dapat dimanfaatkan masyarakat umum sebagai ruang interaksi dan komunikasi antar masyarakat. Sistem drainase di kawasan perkotaan memiliki peranan sangat penting untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang aman dan nyaman dalam melakukan aktifitas kegiatan secara internal dan ekternal kawasan permukiman. Sistem drainase terdiri atas jaringan drainase primer (sungai/kali), sistem drainase sekunder (saluran PHB) dan tersier, termasuk dukungan Situ/Waduk sebagai fungsi pengendali banjir atau air. Kawasan perkotaan yang memiliki banyak resapan air dan dominasi penggunaan lahan ruang terbuka (pekarangan, daerah hijau, fungsi lindung dll) menjadikan kawasan perkotaan ini akan bebas terhadap banjir atau genangan air. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana yaitu “Kajian Terhadap Perencanaan Dan Desain Ruang Sarana dan Prasarana Kota Di Kecamatan Pasar Rebo Berdasarkan RDTR DKI Jakarta Khususnya RTH dan Sistem Drainase”. Kajian ini diharapkan sebagai salah satu bentuk kontribusi akademi Prodi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana.
SOSIALISASI DAN KOLABORASI MELALUI E-COMMERCE DI DESA TUGU UTARA Darmiyanti, Lydia; Lu’ul Chusna S, Nuke; sutaryo
SIKAMA : Sinergi Akademisi dan Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Sikama
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/sikama.v2i1.39

Abstract

Desa Tugu Utara adalah sebuah destinasi wisata di Cisarua, Bogor, Jawa Barat yang menjadi fokus penelitian ini. Tujuan penelitian adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai aspek teknis dan pengelolaan E-commerce serta mengidentifikasi kebutuhan pendampingan melalui kolaborasi. Desa ini menarik perhatian sebagai inisiatif yang berupaya beradaptasi dengan kemajuan teknologi di era digital. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) terlibat dalam kolaborasi dengan Desa Tugu Utara untuk menyelenggarakan kegiatan sosialisasi E-Commerce, yang melibatkan seluruh fakultas di Universitas Krisnadwipayana, dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan konektivitas global. Metode penelitian yang diterapkan melibatkan observasi, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi konsep dasar, workshop praktis, serta pendampingan dan bimbingan. Hasil penelitian ini mencakup kegiatan sosialisasi dan penyerahan E-commerce di Desa Tugu Utara, dengan paparan narasumber dari berbagai fakultas UNKRIS. Identifikasi kebutuhan pendampingan berkelanjutan dilakukan secara kolaboratif oleh keempat fakultas UNKRIS. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan ekonomi dan konektivitas Desa Tugu Utara.
Potensi Produksi Metana dari Limbah Kotoran Sapi dan Mitigasi Emisinya di Kabupaten Pati Jawa Tengah Kumudasmoro, Bagas Mukti; Kusdiyantini, Endang; Sutaryo
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 8 No. 3 (2025): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/q3mx7839

Abstract

This study aims to quantify the biogas potential of beef cattle waste in Pati Regency, specifically the methane (CH₄) content, and to formulate mitigation measures for greenhouse gas (GHG) emissions generated from this waste. The method used is a quantitative method based on the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) approach, supported by field observations, interviews with livestock farmers from several sub-districts, and cattle population data sampling. The results indicate that the potential methane gas production in Pati Regency reaches 1,763 m³ per day, with the largest potential in Jaken District at 201 m³/day and Margoyoso District at 160 m³/day. Furthermore, greenhouse gas emissions from beef cattle waste in Pati Regency are estimated to reach 5.49 GgCO₂ eq. In conclusion, Pati Regency has great potential to utilize beef cattle waste as a renewable energy source in the form of biogas, while facing a significant threat from unaddressed methane emissions. Therefore, a SWOT analysis-based mitigation strategy is needed, including developing a pilot methane gas processing project involving collaboration between livestock breeders, academics, and local governments, as well as increasing community participation through education on the benefits of environmentally friendly waste management.   Keywords: Greenhouse Gas (GHG) Emissions, Methane Gas (CH4), IPPC, Pati Regency, Beef Cattle Waste.
ANALISIS PUSAT PELAYANAN DI KABUPATEN BELITUNG TIMUR DENGAN METODE INDEKS SENTRALITAS MARSHALL & SKALOGRAM Sutaryo; Bagas Abidin, Dheaz
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.11 No. 2, Desember 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Kabupaten Belitung Timur dan mengetahui kecamatan – kecamatan sebagai pusat pelayanan pertumbuhan melalui kelengkapan fasilitas yang tersedia yang disesuaikan dengan rencana struktur ruang yang terdapat dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Belitung Timur. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data sekunder dengan analisis yang digunakan adalah analisis Indeks Sentralitas dan Skalogram. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan yang ada di Kabupaten Belitung Timur dapat dibagi ke dalam 3 (tiga) orde atau hirarki pusat pelayanan sesuai dengan ketersediaan sarana pendidikan, sarana kesehatan dan sarana sosial, perdagangan dan jasa.Dari hirarki tersebut, maka kecamatan Manggar berada pada orde I, Kecamatan Kelapa Kampit & Gantung Berada Pada 0rde 2, dan 4 (empat) kecamatan yakni kecamatan Dendang, Simpang Pesak, Simpang Renggiang Dan Damar berada pada Orde III , hal tersebut dikarenakan ke empat kecamatan ini adalah merupakan kecamatan baru.
ANALISIS SEKTOR EKONOMI UNGGULAN DI KABUPATEN BELITUNG TIMUR Sutaryo; Bagas Abidin, Dheaz
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.12 No. 2, Desember 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menyusun konsep dan strategi pengembangan sektor ekonomi unggulan di Kabupaten Belitung Timur.Penelitian analisis Location Quotient (LQ), Analisis Shift Share, Analisis Dukungan Infrastruktur dan Analisis SWOT Hasil Analisis Sektor Unggulan yang meliputi analisis Location Quetient (LQ) dan analisis Shift-Share didapat sektor unggulan di kabupaten Belitung Timur yakni ; Sektor pertanian dengan subsektor perkebunan dan subsektor peikanan, Sektor pertambangan, dan sektor Jasa keuangan. Subsektor perkebunan dengan Komoditas Lada & Kelapa Sawit, dan karet, Subsektor perikanan dengan komodtas utama komoditas ikan laut (tangkap), Sektor Pertambangan dengan komoditas timah. Konsep pengembangan sektor unggulan di Kabupaten Belitung Timur dengan penetapan Kawasan Sentra Produksi, Kawasan Sentra Pengolahan dan Kawasan Sentra Pemasaran.
ANALISIS KEBUTUHAN SARANA PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA BEKASI Sutaryo; Arumbi, Rusbianto
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.13 No.2 | Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di lakukan di Kota Bekasi dengan meneliti tentang kebutuhan sarana pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan memprediksi kedepan nya karena akibat perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang terus bertambah setiap tahun. Disisi lain Kota Bekasi berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta dan pemenuhan kebutuhan sarana pendidikan SMA semakin meningkat sehingga perlu di lakukan analisis terhadap kebutuhan sarana Pendidikan Sekolah Menengah Atas. Salah satu pendekatan analisis yang digunakan mencakup : analisis kebutuhan ruang pada Sekolah, dan analisis aksesibilitas. Selanjutnya untuk analisis kebutuhan ruang kelas dengan melihat dari parameter jumlah sekolah rombongan yang ada dan jumlah range umur 15-19 Tahun (SMA,SMK, MA), dan sarana penunjang dilihat pada sisi transportasi/rute angkutan untuk mengantar murid dari permukiman ke tempat sekolah yang telah tersebar di Kota Bekasi. Hasil analisis yang di lakukan peneliti terkait kebutuhan sarana pendidikan Sekolah Menengah Atas di Kota Bekasi adalah jumlah fasilitas sudah merata di Kota Bekasi, namun jumlah sekolah dan eksisiting tidak sama karena jumlahnya sudah melebihi dari jumlah fasilitas pendidikan yang dibutuhkan. Oleh karena itu jumlah fasilitas dengan jumlah murid tidak seimbang artinya bahwa jumlah murid lebih sedikit dari pada jumlah sekolah. Hal ini perlu ada upaya dengan melakukan pemerataan distribusi murid yang secara merata atau untuk sekolah yang di bawah ketentuan harus merger/kerjasama dengan sekolah lain untuk pemenuhan murid pembelajar yang ada.
ANALISIS PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU YANG TERINTEGRASI DENGAN RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK DI KECAMATAN KEMBANGAN KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT Sutaryo; Mahrianto, Fazri
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.1 | Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah perkotaan memiliki fungsi yang penting diantaranya terkait aspek ekologi, estetika dan sosial. Adapun dalam penyediaannya harus memenuhi kriteria ruang publik yang ideal seperti lokasi yang mudah dijangkau, nyaman dan memberikan rasa aman bagi penggunanya. Permasalahan masih kurangnya ketersediaan jumlah ruang terbuka hijau berupa taman kota maupun ruang terbuka hijau publik lainnya di Kecamatan Kembangan Kota Administrasi Jakarta Barat sedikit banyak mempengaruhi fungsi taman kota tersebut sebagai ruang terbuka hijau publik. Di samping itu pada saat ini taman kota dan ruang terbuka hijau publik dapat dikatakan banyak yang tidak terawat dengan baik sehingga menyebabkan peran dan fungsi sebagai taman kota dan ruang terbuka publik belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pemanfaatan ruang terbuka hijau yang terintegrasi dengan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan yang bersifat deskriptif kualitatif dengan analisis data yang dilakukan berdasar fakta yang berhubungan dengan fenomena aktual di lapangan. Berdasarkan hasil analisis tersebut didapatkan bahwa masyarakat membutuhkan taman kota dan ruang terbuka hijau publik yang bisa berfungsi sebagai (a) sarana rekreasi; (b) sarana komunikasi; (c) sebagai paru-paru kota; (d) sebagai peredam bunyi/polusi udara; (e) bentuk fisik tanaman dan (f) bentuk tekstur tanaman. Hal tersebut dinilai masyarakat mempunyai tingkat kepentingan yang tinggi. Selain itu juga perlu adanya pengawasan dan pengendalian terhadap pemanfaatan RPTRA secara intensif baik oleh pihak Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan masyarakat sehingga saling bersinergi mengelola dan/atau menyediakan sarana dan prasarana taman kota dan ruang terbuka publik lainnya yang dapat diintegrasi dengan RPTRA, baik secara kualitas maupun kuantitasnya.
ANALISIS PELANGGARAN INTENSITAS PEMANFAATAN RUANG PADA KORIDOR JALAN JATIWARINGIN Sutaryo; Nasrudin , Benny
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.2 | Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dan pertumbuhan kegiatan di sepanjang koridor jalan Jatiwaringin tidak diimbangi dengan luas lahan yang sesuai dengan jumlah penduduk yang ikut bertambah. Hal ini menjadi faktor utama penyebab terjadinya pelanggaran intensitas pemanfaatan ruang pada koridor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pelanggaran intensitas pemanfaatan ruang disepanjang koridor jalan Jatiwaringin khususnya pada pelanggaran Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Ketinggian Bangunan (KB), dan Garis Sempadan Bangunan (GSB). Metode analisis yang digunakan pertama menggunakan teknik analisis komparatif (membandingkan kebijakan dengan penerapan dilapangan), sedangkan yang kedua menggunakan teknik overlay dengan pendekatan GIS untuk menganalisis kesesuaian pemanfaatan ruang di sepanjang koridor. Temuan studi yang diperoleh dari penelitian dilapangan adalah terjadi pelanggaran intensitas pemanfaatan ruang yang disebabkan karena ketidaksesuaian penerapan peraturan dilapangan, kurangnya perhatian petugas/dinas dalam pengendalian pemanfaatan ruang, ketidaktahuan masyarakat tentang KDB, KB, maupun GSB.
ANALISIS SEBARAN LOKASI POS PEMADAM KEBAKARAN DI KECAMATAN GAMBIR JAKARTA PUSAT Sutaryo; Suryadi , Dedi
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.1 | Juni 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai infrastuktur pemadam kebakaran yang ada di wilayah Kecamatan Gambir Jakarta Pusat telah dibangun, namun jumlah kejadian kebakaran kurang sesuai dengan standar waktu tanggap bencana. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran lokasi pos pemadam kebakaran di Kecamatan Gambir Jakarta Pusat. Dalam penelitian ini menganalisis overlay ArcGIS pada peta potensi risiko rawan kebakaran di Kecamatan Gambir Jakarta Pusat dengan peta jangkauan pelayanan pos pemadam kebakaran di Kecamatan Gambir Jakarta Pusat untuk mengetahui area yang belum terjangkau pelayanan pos pemadam kebakaran dan memiliki potensi risiko tinggi akan bencana kebakaran Kecamatan Gambir. Selanjutnya menentukan faktor dan kriteria penentuan lokasi pos pemadam kebakaran berdasarkan studi kebijakan dan kondisi eksisting. Arahan sebaran lokasi pos pemadam kebakaran dihasilkan berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan pada kawasan potensi risiko kebakaran yang ada di Kecamatan Gambir. Hasil penelitian menjelaskan bahwa sebaran pos pemadam pada tahun tahun 2018 jumlah kantor pos pemadam sebanyak 4 pos pemadam (2 pos pemadam khusus dan 2 pos pemadam umum). Sedangkan 1 kantor sektor yang sekarang masih satu gedung dengan Kantor Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat. Jumlah kebutuhan kantor pos pemadam di Kecamatan Gambir, untuk melayani 100.072 jiwa penduduknya, maka jumlah maksimum Pos Pemadam Kebakaran yang dibutuhkan adalah 5 Pos dan 1 Kantor Sektor. Dari jumlah 5 pos itu terbagi menjadi 3 pos pemadam umum dan 2 pos pemadam khusus, yang tersebar di tiap-tiap kelurahan di Kecamatan Gambir. Luas lahan pos pemadam kebakaran minimal 200 m2, lebar jalan lingkungan 3,5 m, jangkauan pelayanan 2,5 Km, terletak dalam jangkauan 61 meter dari potensi sumber air, dan diharuskan mampu menjangkau kawasan yang nilai tingkat bahaya kebakarannya tinggi.
ANALISIS PENILAIAN PRIORITAS KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) LIGHT RAIL TRANSIT (LRT) DI KOTA BEKASI Sutaryo; Dwisaraswati , Gabriela
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.2 | Desember 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bekasi telah mengembangkan transportasi massal berupa rencana pembangunan LRT (light rail transit) Cawang-Bekasi Timur yang merupakan lintas pelayanan 3 LRT Jabodebek yaitu Stasiun Jatibening Baru, Stasiun Cikunir 1, Stasiun Cikunir 2, Stasiun Bekasi Barat, dan Stasiun Bekasi Timur. Namun, perencanaan konsep TOD di Kota Bekasi dalam pelaksanaannya tidak dapat dicapai hanya dengan melihat peran titik transit sebagai tempat naik dan turun penumpang. Sehingga diperlukan prioritas dalam pelaksanaan pengembangan di kawasan transit stasiun Light Rail Transit (LRT) Bekasi dengan konsep TOD yang sesuai dengan fungsi daya dukung lingkungan wilayahnya agar dapat terstruktur dan terintegrasi dengan baik. Berangkat dari permasalahan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian prioritas rencana pengembangan kawasan dengan konsep TOD yang ada di Kota Bekasi. Penulisan ini bersifat analisis kuantitatif yaitu analisis penilaian prioritas kawasan TOD di Kota Bekasi menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan perhitungan pembobotan skoring. Hasil penelitian dari keseluruhan proses analisa diperoleh diperoleh tipologi kelas sebagai penetapan rencana pengembangan kawasan TOD berdasarkan tingkatan prioritas yang dibagi menjadi 3 sub kategori yaitu: 1) Prioritas 1 yaitu TOD Bekasi Barat dan TOD Bekasi Timur diarahkan sebagai TOD Kota; 2) Prioritas 2 yaitu TOD Cikunir 2 diarahkan sebagai TOD Sub Kota; dan 3) Prioritas 3 yaitu TOD Jaticempaka/Jatibening Baru diarahkan sebagai TOD Sub Kota dan TOD Cikunir 1 sebagai TOD Lingkungan.