Tumbuhan tali kuning (Anamirta cocculus) ialah tumbuhan obat yang secara turun-temurun sudah dimanfaatkan sebagai obat antimalaria. Penelitian tentang pemisahan serta penentuan zat-zat aktif di tumbuhan tersebut menunjukkan adanya kandungan senyawa alkaloid kuartener di akar serta batangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan fraksi ekstrak etil asetat, fraksi ekstrak kloroform dan fraksi ekstrak n-heksan dengan metode DPPH. Tali kuning diesktraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak etanol tali kuning (Anamirta cocculus) di fraksinasi dengan tiga pelarut yaitu etil asetat, kloroform dan n-heksan. Masing-masing fraksi diuji aktivitasnya terhadap radikal bebas DPPH dan diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometri uv-vis pada panjang gelombang 516,2 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat, fraksi kloroform dan fraksi n-heksan tali kuning (Anamirta cocculus) memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 masing-masing 16,16 μg/mL, 42,56 μg/mL, dan 129,03 μg/mL. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat dan fraksi kloroform memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat sedangkan fraksi n-heksan sedang.
Copyrights © 2024