Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penyuluhan Penggunaan Obat Yang Baik dan Benar di Kelurahan Dum Barat Lukman Hardia; Ratih Arum Astuti; Irwandi Irwandi; A. M. Muslihin; Angga Bayu Budiyanto
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v6i2.3640

Abstract

Abstrak Penggunaan obat yang baik dan benar masih menjadi tantangan bagi masyarakat. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat mengenai bagaimana cara mendapatkan obat yang baik dan benar, cara penggunaan, cara penyimpanan dan cara memusnahkan obat atau kemasan obat yang telah rusak atau kadaluwarsa. Sebagai bagian dari kewajiban seorang dosen dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat, kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan dengan tujuan agar masyarakat bisa memperoleh informasi mengenai cara penggunaan obat yang baik dan benar sehingga resiko-resiko yang bisa ditimbulkan akibat dari kesalahan penggunaan obat bisa dihindari. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah dengan meberikan penyuluhan berupa materi yang disampaikan oleh narasumber. Hasil dari pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara penggunaan obat yang baik dan benar, sehingga masyarakat bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Penyuluhan, Kesehatan, Penggunaan Obat. Abstract Good and correct use of drugs is still a challenge for society. This is caused by the lack of public knowledge regarding how to get good and correct medicines, how to use, how to store and how to destroy drugs or drug packaging that has been damaged or expired. As part of the obligation of a lecturer to provide knowledge to the community, this community service activity is held with the aim that the public can obtain information about how to use drugs properly and correctly so that the risks that can arise as a result of drug use errors can be avoided. The method used in this community service activity is to provide counseling in the form of material delivered by resource persons. The results of this community service are able to increase public knowledge about how to use drugs that are good and right, so that people can implement them in their daily lives. Keywords: Counseling, Health, Drug Use.
Efektivitas E-Liquid Daun Bungkus (Smilax Rotundifolia) Terhadap Nyamuk Anopheles Penyebab Malaria Ni'ma, Eka Savira; Hardiansyah, La Ode; Fadhilah, Windi Nur; Erawati, Rika; Muslihin, A. M.; Fabanyo, Syahrul H; Mustopa, Mustopa; Maulana, Fajar
Biolearning Journal Vol 11 No 02 (2024): Biolearning Journal (Juli 2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalbiolearning.v11i02.4880

Abstract

Malaria is a public health problem that predominantly occurs in Eastern Indonesia. Papua is a highly endemic area for Anopheles mosquitoes. According to the Sustainable Development Goal (SDG), malaria is the target disease for pandemic elimination by 2030. The highest cases are in the eastern region of Indonesia with a percentage reaching 86%. Efforts have been made to prevent the transmission of malaria by the local government, such as the distribution of insecticide-treated mosquito nets and the proliferation of various types of mosquito repellent. Currently, the government itself is preventing the spread of malaria by distributing insecticide-treated mosquito nets and using mosquito repellent, but this has detrimental impacts. Insecticide-treated bed nets can decrease in effectiveness over time. Using mosquito coils can trigger respiratory problems and cause mucosal cells to enlarge (hypertropy) and mucous glands to increase in number (hyperplasia) resulting in narrowing of the airways. So there is a need for other alternatives, one of which is wrap leaves (Smilax rotundifolia) as a vegetable insecticide. Wrap leaves (Smilax rotundifolia) contain saponin which has stomach poisoning properties for insects. This research uses a true experimental design method to see the effectiveness of e-liquid leaf wrap. This research used 150 mosquitoes obtained from areas with high malaria cases in the Sorong area. Mosquitoes were divided into 3 groups consisting of a 30 minute time group, a 60 minute time group and a 90 minute time group. By giving the same treatment to each group, namely a concentration of 20% of the active substance of wrapper leaves (Smilax rotundifolia). The results of this study show that there is an effect of a 20% concentration of e-liquid in the leaves of the wrapper (Silax rotundifolia) on Anopheles mosquitoes, which is proven by mosquitoes that are knocked off and die. 
Anti-Inflammatory Activity Test of Ointment Preparations of Nutmeg Leaf Extract from Fak-Fak (Myristica argentea Warb) Against Burns in Male Wistar White Rats Maria Gloria Yeuyanan; Ratih Arum Astuti; A.M. Muslihin
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal EduHealt, Edition April - June , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fak-fak nutmeg plant (Myristica argentea Warb) is one type of spice plant native to Indonesia originating from fak-fak City. This nutmeg is included in the Myristicaceae family which can have secondary metabolite compounds in the form of alkaloids, tannins, flavonoids, saponins, and phenolics which have biological activity as an anti-inflammatory burn. This study aims to determine the anti-inflammatory activity and concentration of effective preparations. This study used test animals consisting of 15 male white rats which were divided into 5 groups, namely group I negative control (ointment base), group II positive control (bioplacenton) group III ointment extract of nutmeg leaves from fak-fak concentration 2%, group IV ointment extract of nutmeg leaves from fak-fak concentration 6% and group V ointment extract of nutmeg leaves from fak-fak concentration 10%. From the results of the research that has been done, the ointment preparation with 2% extract concentration shows inflammation healing activity against rats with wound shrinkage (0.676), ointment with 6% extract concentration (0.374) and for ointment with 10% extract concentration (0.313) while in the positive group shows inflammation healing activity with wound shrinkage (0.508) and negative group (0.755). From the results obtained, it can be concluded that the ointment preparation of nutmeg leaf extract from fak-fak (Myristica argentea Warb) is effective in healing inflammation, the most effective ointment preparation is an ointment preparation with 10% extract concentration.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN BUNGKUS (SMILAX ROTUNDIFOLIA) Yapsenang, Amar Jansen; Muslihin, AM.; Hardia, Lukman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43783

Abstract

Penyakit degeneratif disebabkan oleh radikal bebas yang merusak sel dalam tubuh manusia. Radikal bebas dapat dinetralisir oleh senyawa antioksidan. Antioksidan merupakan zat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan karena kemampuannya menetralkan molekul radikal bebas. antioksidan dikategorikan menjadi dua jenis: antioksidan sintetis dan antioksidan alami. Antioksidan alami lebih umum ditemukan dari pada antioksidan sintetis, karena antioksidan sintetis dapat menimbulkan efek samping, sehingga antioksidan alami menjadi alternatif yang diperlukan. Salah satu sumber antioksidan eksogen adalah daun bungkus (Smilax rotundifolia). Secara tradisional dan penelitian, daun bungkus sering digunakan masyarakat papua sebagai obat kejantanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari daun bungkus (Smilax rotundifolia) yang diukur dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl) Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan sampel yang diambil dari Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Ekstrak daun bungkus dibuat dengan metode meserasi menggunkan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antioksidan daun bungkus dengan menggunakan konsentrasi 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, 100 ppm, 125 ppm. Vitamin C digunakan sebagai control positif. Absorbansi diukur dengan menggunakan spektrovotometer UV-Vis pada panjang gelombang 600 nm. Hasil dari skrining fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, steroid, alkaloid, tanin, dan saponin. Uji DPPH dari penelitian ini menunjukkan IC50 ekstrak daun bungkus dengan pelarut etanol 96% didapatkan bernilai 190.26 ppm. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun bungkus menggunakan pelarut etanol 96% tergolong ke dalam antioksidan lemah berdasarkan klasifikasi Blois
Antibacterial Effectiveness Test of Methanil Extract of Brown Algae (Sargassum vulgare) Against Staphylococcus aureus Bacteria Dieta Andaristi; Irwandi , Irwandi; A.M. Muslihin
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal EduHealt, Edition July - September , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infectious diseases are one of the main causes of morbidity and mortality globally, especially in developing countries. One of the most common and dangerous pathogenic bacteria is Staphylococcus aureus, that can cause a range of infections by mild skin problems to life-threatening diseases. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of methanol extract of brown algae Sargassum vulgare against S. aureus. This laboratory-based experimental research was conducted. Extraction was carried out utilizing the maceration technique with methanol solvent. Phytochemical screening was performed to detect alkaloids, flavonoids, saponins, and steroids. Antibacterial activity was tested utilizing the disk diffusion technique at extract concentrations of 5%, 10%, and 15%, with chloramphenicol as the positive control and aqua pro injection as the negative control. The outcomes performed that the extract contained alkaloids, flavonoids, and saponins, but not steroids. However, no inhibition zone was observed at any extract concentration against S. aureus. In conclusion, although the extract contained bioactive compounds, it did not perform antibacterial effectiveness against S. aureus.
Potensi Antianemia Ekstrak Sarang Semut Putih (Myrmecodia tuberosa) pada Mencit (Mus mucullus): Studi Eksperimental Pre-Post dengan Kontrol Wasaraka, Fadila Alfiah; Hardia, Lukman; Muslihin, A.M.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.1988

Abstract

Anemia merupakan kondisi tubuh mengalami penurunan kadar hemoglobin dalam darah, flavonoid yang terkandung dalam ekstrak sarang semut putih dapat digunakan sebagai antianemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya peningkatan hemoglobin dalam darah mencit setelah penggunaan ekstrak sarang semut putih dalam dosis tertentu. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium dengan desain penelitian pre post test with group control. Hasil penelitian ini ekstrak etanol sarang semut putih (Myrmecodia tuberosa) memiliki potensi antianemia yang dapat dilihat pada uji paired sample t-test bahwa pada dosis 56 mg/kgBB terjadi peningkatan yang signifikan dimana nilai p value (0,000) dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif dengan nilai p value (0,923). Kesimpulan: Ekstrak sarang semut putih (Myrmecodia tuberosa) efektif sebagai antianemia pada mencit (mus musculus) dengan dosis 14 mg/KgBB, 28 mg/KgBB, dan 56 mg/KgBB. Dosis 56 mg/KgBB ekstrak sarang semut putih (Myrmecodia tuberosa) memiliki efek antianemia yang lebih baik dibandingkan dengan dosis ekstrak sarang semut putih (Myrmecodia tuberosa) 14 mg/KgBB dan 28 mg/KgBB pada hari ke-15.
Analisis Fitokimia dan Gugus Fungsi Kulit Kayu Akway (Drymis sp.) Fabanyo, Syahrul H.; Hardia, Lukman; Muslihin, A. M.; Budiyanto, Angga Bayu; Irwandi, Irwandi
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i6.1165

Abstract

Kulit batang akway (Drymis sp.) merupakan tumbuhan endemik Papua yang memiliki potensi sebagai obat tradisional. Kulit kayu akway banyak dimanfaatkan secara empiris oleh masyarakat Papua sebagai penambah stamina dan meningkatkan kemampuan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia dan analisis gugus fungsi ekstrak kulit batang akway (Drymis sp.). Sampel kulit batang akway (Drymis sp.) diperoleh dari Kabupaten Sorong, Papua. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol selama 7 hari. Analisis fitokimia dilakukan dengan metode uji kualitatif. Analisis gugus fungsi dilakukan dengan menggunakan alat FTIR. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang Akway (Drymis sp.) mengandung flavonoid, tanin, steroid, dan terpenoid. Hasil analisis gugus fungsi menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang akway (Drymis sp.) mengandung gugus C=C, C-O, dan O-H.
Analisis Bibliometrik Angka Kematian Akibat Human papillomavirus (HPV) Hardia, Lukman; Pratama, Agus Sangka; Budiyanto, Angga Bayu; Irwandi, Irwandi; Muslihin, A. M.; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i6.1166

Abstract

Infeksi human papillomavirus (HPV) menjadi suatu tantangan bagi dunia kesehatan karena sebagian besar wanita yang positif terinfeksi HPV mempunyai resiko tinggi dapat berkembang menjadi kanker serviks dalam 3 sampai 5 tahun setelah dinyatakan positif terinfeksi HPV. Tujuan penelitian ini untuk melakukan analisis bibliometrik angka kematian akibat infeksi HPV sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu langkah yang mampu menjadi solusi atas permasalahan infeksi HPV. Data diperoleh dari sumber data base Pubmed. Kata pencarian yang digunakan adalah human papillomavirus mortality, HPV mortality, human papillomavirus, HPV, dan mortality. Hasil Penelitian menunjukkan, sejak tahun 1995 sampai 2023, ditemukan 1.311 artikel publikasi, dimana 1.140 (86,96%) berjenis artikel jurnal. Publikasi terbanyak diperoleh dari International Journal of Cancer (78 artikel publikasi). Canfell K adalah penulis dengan jumlah publikasi terbanyak (15 publikasi), USA menjadi negara urutan pertama dengan 1.386 publikasi (19,4%). Analisis bibliometrik angka kematian akibat infeksi HPV memberikan gambaran untuk penelitian lebih lanjut terkait resiko kematian pada kasus infeksi HPV, misalnya dengan mencari kata kunci angka kematian terkait usia, jenis kelamin, dan penyakit penyerta seperti kanker serviks, faktor resiko, prevalensi kejadian infeksi HPV, dan vaksin HPV.
Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Ekstrak Etanol Tali Kuning (Anamirta cocculus) Dengan Metode DPPH Erawati, Rika; Muslihin, A. M.; Hardia, Lukman
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 2 (2024): April 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i2.1264

Abstract

Tumbuhan tali kuning (Anamirta cocculus) ialah tumbuhan obat yang secara turun-temurun sudah dimanfaatkan sebagai obat antimalaria. Penelitian tentang pemisahan serta penentuan zat-zat aktif di tumbuhan tersebut menunjukkan adanya kandungan senyawa alkaloid kuartener di akar serta batangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan fraksi ekstrak etil asetat, fraksi ekstrak kloroform dan fraksi ekstrak n-heksan dengan metode DPPH. Tali kuning diesktraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak etanol tali kuning (Anamirta cocculus) di fraksinasi dengan tiga pelarut yaitu etil asetat, kloroform dan n-heksan. Masing-masing fraksi diuji aktivitasnya terhadap radikal bebas DPPH dan diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometri uv-vis pada panjang gelombang 516,2 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat, fraksi kloroform dan fraksi n-heksan tali kuning (Anamirta cocculus) memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 masing-masing 16,16 μg/mL, 42,56 μg/mL, dan 129,03 μg/mL. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat dan fraksi kloroform memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat sedangkan fraksi n-heksan sedang.
Studi Etnomedisin Obat Anti Hipertensi Suku Moi di Kabupaten Sorong Muslihin, A. M.; Irwandi, Irwandi; Fabanyo, Syahrul H.; Tunazzila, Nurhikmah; Maulana, Fajar; Aisyah, Heti
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1306

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang masih mengancam kesehatan manusia. Pencegahan dan pengelolaan hipertensi adalah tantangan kesehatan masyarakat di seluruh dunia tak terkecuali masyaralkat Suku Moi yang ada di Papua. Salah satu alternatif pengobatan yang dapat digunakan adalah pemanfaatan umbuhan yang memiliki potensi sebagai obat. Etnomedisin sebagai salah satu cara yang dapat digunakan untuk menelusuri pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan obat baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman yang digunakan untuk obat hipertensi dan bagaimana cara pengolahannya berdasarkan kearifan lokal yang dimiliki oleh Masyarakat Suku Moi Kabupaten Sorong. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Hasil dari penelitian ini memberikan informasi tentang 10 tanaman yang digunakan sebagai obat hipertensi berdasarkan pengetahuan masyarakat Suku Moi Kampung Klayili. Bagian tanaman yang digunakan antara lain daun, akar, umbi dan tali. Cara pengolahannya adalah dengan cara direbus, diseduh dan dicampurkan dalam makanan.