Jembatan gantung sungai Desa Kendalbulur mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dipergunakan secara optimal. Pada tahun 2018, Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung mulai merencanakan jembatan pengganti yang berupa jembatan kantilever dan selesai pada tahun 2021. Perencanaan berupa struktur atas, struktur bawah, dinding penahan tanah 1 (DPT-1) dan dinding penahan tanah 2 (DPT-2). DPT-1 berada di lereng kiri sedangkan DPT-2 berada di lereng kanan. Perencanaan struktur bawah, DPT-1, dan DPT-2 menggunakan data tahun 2018. Namun, pada tahun 2021 geometrik lereng pada sungai tersebut berubah, dan dilakukan penggalian pada kedalaman 3m dari atas lereng. Perubahan geometrik lereng ini berpengaruh terhadap stabilitas abutment dan DPT sehingga perlu dilakukan evaluasi. Sebelum melakukan evaluasi, pertama dilakukan perhitungan stabilitas lereng eksisting dengan menggunakan software geoslope dengan 3 kondisi lereng yaitu kondisi pada tahun 2018, tahun 2021, dan setelah penggalian. Evaluasi abutment dan DPT dilakukan dengan menghitung stabilitas terhadap guling, geser, daya dukung, dan overall pada kondisi setelah penggalian. Hasil perhitungan lereng eksisting menunjukkan bahwa lereng tersebut stabil. Hasil dari evaluasi abutment didapatkan bahwa abutment tidak aman terhadap stabilitas daya dukung pada saat terjadi gempa. Hasil evaluasi DPT-1 didapatkan bahwa DPT-1 aman terhadap guling, geser, dan daya dukung sedangkan DPT-2 tidak aman terhadap daya dukung.
Copyrights © 2022