Diskriminasi terhadap perempuan masih terus terjadi, kekerasan terhadap perempuan tindakan ancaman,pelecehan bahkan pemerkosaan terhadap anak perempuan terus terjadi. Kuatnya pelangaran HAM,rendahnya hak perempaun sebagai manusia waluapun ada Undang-Undang KDRT,Undang-undang perlindunagn anak. Terpeliharanya budaya patriakhi dan muncul stereotype dalam masyarakat bahwa laki-laki dan perempuan berbeda,laki-laki kuat, menggunakan logika, perempuan lemah, mengguankan perasaan. Stereotype di atas diperkuat dalam pendidikan agama, bersumber pada Kitab Suci para Guru/Pengasuh agama terus mengajar berbias gender. Pada pendidikan Formal Gereja (GPM) dengan kurikulum dan bahan ajar pada SM/TPI termuat materi ajar tentang penciptaan mengposisikan laki-laki yang pertama diciptakan Allah, baru kemudian perempuan. Interpretasi teks-teks Alkitab berbias gender, padahal laki-laki dan perempuan ciptaan Allah, segambar dan serupa dengan Allah, memiliki harkat dan martabat sebagai manusia. Prinsipnya pendidikan gereja merupakan sarana formal untuk sosialisasi sekaligus transfer nilai-nilai dan norma-norma kristiani mengatasi berbagai ketidak setaran gender. Masalahnya rendahnya pengetahuan pengasuh gereja tentang konsep gender, kesetraaaan dan ketidakadilan gender, serta rendahnya pengetahuan pengasuh tentang HAM responsif gender. Solusinya para pengasuh SM/TPI perlu dilatih pengetahuan tentang gender, kesetaraan gender dan HAM responsif gender. Para pengasuh harys dilatih mengembangakan bahan ajar responsif gender dengan cara latihan memilih dan menganalisa teks-teks Alkitab yang responsif gender dan yang bias gender, memilih,menganalisa dan menulis bahan ajar yang responsif gender pada masing-masing jenjang/Sub jenjang SM/TP. Tahapan pelaksanan pertemuan Tim untuk pembagian tugas, Tim merancang pelaksanana kegiatan,pertemuan dengan mitra.tahapan pelaksanaan, tahapan evaluasi dan tahapan pelaporan. Tahap pelaksanaan pelatihan, diawali dengan pre tes, temuanya masih rendahnya pengetahuan pengasuh tentang gender,kesetaran gender, HAM responsif gender setelah dilatih meningkatnya pengetahuan pengasuh, dalam latihan para pengasuh dapat memilih, menganalisa, menulis bahan ajar SM/TPI responsif gender. Hasil penulisan di publikasikan , melalui media sosial, Surat kabar, ,Artikel dan buku bahan ajar SM/TPI reseponsif gender
Copyrights © 2023