Kondisi alam semakin tidak pasti dan sulit diprediksi akibat perubahan pola curah hujan dan iklim. Curah hujan yang berlebihan dapat menyebabkan banjir yang merugikan sektor pertanian. Banjir merupakan tantangan alam yang sering dihadapi di sektor pertanian. Tantangan tersebut dihadapi sebagian besar lahan pertanian di Luwu, termasuk di Desa Jambu. Dampak banjir pada lahan sawah di lokasi tertentu yang semakin meluas dan intensif dari tahun ke tahun menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi petani. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memetakan lahan pertanian yang terkena banjir secara partisipatif dengan bantuan aplikasi Webmap. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dengan program kegiatan ini, terbukti dengan respon positif berupa kehadiran 96% peserta pelatihan dan aktifnya kegiatan diskusi selama sosialisasi dan pelatihan berlangsung. Usai pelatihan, para peserta juga mengharapkan tindak lanjut berupa pendampingan dari tim pengabdi untuk meningkatkan keterampilan dengan aplikasi Webmap di bidang lain. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi yang dapat ditawarkan untuk memberikan sistem peringatan dini berbasis pemetaan sehingga penyampaian informasi tentang banjir dapat lebih cepat tersampaikan kepada masyarakat khususnya masyarakat yang memiliki mata pencaharian pertanian untuk mewaspadai bencana banjir.
Copyrights © 2023