Bahasa Arab telah menjadi salah satu materi yang harus dikuasai peserta didik di berbagai lembaga pendidikan, terutama lembaga pendidikan berbasis Islam. Para pakar telah merumuskan berbagai kurikulum pembelajaran bahasa Arab yang sesuai dengan situasi dan kondisi suatu lembaga pendidikan. Namun, mayoritas kurikulum tersebut masih berorientasi pada penguasaan teori gramatika bahasa Arab, sehingga fungsi utama bahasa Arab sebagai alat komunikasi menjadi terabaikan. Pada tahun 1969 Abdul ‘Alim Ibrahim mencoba menghadirkan sebuah materi gramatika yang berlandaskan pada penguasaan bahasa Arab sebagai alat komunikasi. Pada tahun 2010, ‘Athif Fadl Muhammad juga mencoba menghadirkan materi ajar gramatika yang bertujuan untuk menyelaraskan antara penguasaan teori gramatika bahasa Arab dengan penggunaan bahasa Arab sebagai alat komunikasi. Walaupun kedua karya ini memiliki tujuan yang sama, tetapi terdapat beberapa perbedaan mendasar dalam penyajian dan isi materi yang ditulis oleh kedua tokoh tersebut. Penelitian ini menggunakan 2 jenis penelitian yaitu studi komparatif antara teori yang diusung oleh kedua tokoh tersebut dan penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen untuk mengetahui hasil penerapan materi ini dalam proses pembelajaran bahasa Arab
Copyrights © 2022