Dengan pendekatan multiskala tulisan ini ingin menunjukkan peristiwa traumatis 98 sebagai memori kolektif di Indonesia yang dinarasikan oleh para sastrawan, khususnya penulis perempuan. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa memori dapat diproduksi dalam berbagai skala. Narasi yang dituangkan oleh para sastrawan merupakan cara menciptakan kembali kecatatan sejarah dalam skala masing-masing. Ini merupakan satu upaya untuk menegosiakan kembali apa yang sudah terjadi pada suatu masa dan apa yang tetap diingat oleh karya dua penulis perempuan. Tulisan ini akan bersandarkan pada pendekatan multiskala yang meyakini bahwa memori dapat dilihat dari berbagai skala. Dalam skala besar, tragedi '98 merupakan peristiwa nasional yang terjadi saat krisis ekonomi, dan dalam skala kecil dapat dilihat dalam berbagai persfetif dan kepentingan. Karya sastra memungkinkan untuk menjadi saksi atas peristiwa yang tidak dapat diketahui secara absolut dan memperkenalkan pada pengalaman yang terjadi, tetapi tidak terucapkan dan tidak pernah didengar. Tulisan perempuan dalam menarasikan peristiwa traumatis menjadi fokus penelitian ini. Yang akan dijadikan objek penelitian adalah dua novel yang ditulis oleh perempuan tentang Tragedi 1998. Kedua novel itu adalah Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dan Sekuntum Nozomi 3 karya Marga T. Karena sastra berfungsi sebagai sarana dokumentasi dan transmisi sejarah, melaluinya peristiwa disajikan. Kedua pengarang ini --dalam upaya masing-masing-- mendekonstruksi hubungan antara kekuatan politik (negara) pada individu yang pada akhirnya melahirkan wacana kebangsaan.
Copyrights © 2023