Artikel ini membahas peran filantropi Islam dalam menginisiasi transformasi limbah plastik di Kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Poi Panda Kawatuna menjadi sumber daya bernilai. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus, kami mengungkap bagaimana prinsip-prinsip filantropi Islam, seperti zakat, infak, dan sedekah, diterapkan untuk membantu komunitas lokal memanfaatkan limbah plastik sebagai aset ekonomi yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara lembaga filantropi Islam, pemerintah lokal, dan komunitas pemulung, program ini berhasil mengubah paradigma penanganan sampah menjadi peluang ekonomi yang menguntungkan. Analisis kami menyoroti pentingnya pendekatan berbasis nilai dalam mengatasi masalah lingkungan, serta integrasi teologi lingkungan Islam dalam merancang program pemberdayaan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pelatihan keterampilan, penyediaan fasilitas pengolahan limbah, dan akses pasar yang adil, komunitas pemulung dapat meningkatkan pendapatan mereka sambil secara efektif mengurangi jumlah limbah plastik yang mencemari lingkungan. Artikel ini memberikan kontribusi pada pemahaman praktis tentang bagaimana filantropi Islam dapat menjadi kekuatan yang mendorong transformasi sosial dan lingkungan. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pembuat kebijakan, praktisi pembangunan, dan lembaga filantropi yang tertarik untuk memperkuat kapasitas komunitas dalam menghadapi tantangan lingkungan yang kompleks.
Copyrights © 2024