Radikalisme masih menjadi ancaman bagi Indonesia. Prakteknya mulai melibatkan perempuan dan anak. Orang tua dalam keluarga radikal, mengajarkan kepada anaknya intoleransi, rasa curiga dan permusuhan kepada kelompok lain. Padahal Indonesia merupakan negara multikultural. Oleh karena itu, perlu memberi narasi pembanding tentang multikultural, agar mereka bisa beradaptasi hidup di negara Indonesia yang plural. Penguatan narasi multikultural ini sesuai dengan tugas perkembangan fase kanak-kanak, yaitu tumbuhnya sifat altruisme; tidak mementingkan diri sendiri dan ingin menolong orang lain. Penelitian dilakukan di Nganjuk dan Surabaya, selama 4 bulan mulai bulan Juli – Oktober 2019. Memakai metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian berada pada fase kanak-kanak akhir. Narasi multikultural dalam penelitian ini berdasarkan Al Qur’an Surat Al-Maidah ayat 32, Al Hujarat ayat 13 serta ajaran kasih sayang yang dicontohkan Rasulullah. Hasil penelitian menunjukkan subjek bisa memahami narasi yang diberikan. Sehingga menjadi pengalaman pembanding bagi subjek dalam menyikapi perbedaan dan keragaman. Secara teori, pemahaman kognitif yang dihasilkan di masa kanak-kanak akan masuk ke memori jangka panjang kemudian disimpan dalam alam bawah sadar dan mempengaruhi sikap dan perilaku di masa selanjutnya.
Copyrights © 2023