Hasil belajar IPA khususnya materi fisika peserta didik masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan karena belum dilatihnya keterampilan proses sains (KPS) dasar peserta didik dalam menyelesaikan masalah fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan KPS dasar peserta didik setelah diterapkan model problem based learning (PBL) pada materi getaran di SMP Negeri 19 Pontianak. Rancangan penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design dengan populasi kelas VIII dan sampel yang digunakan adalah kelas VIIIF sebanyak 32 peserta didik. Instrumen penelitian ini menggunakan soal tes KPS dasar. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengukuran, observasi, angket, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini terdapat peningkatan KPS dasar peserta didik pada materi getaran yang diajarkan menggunakan model PBL. Dilihat dari hasil skor rata-rata KPS dasar sebelum diterapkan model PBL sebesar 28,90 dan setelah diterapkan sebesar 72,00. Peningkatan KPS dasar juga dapat dilihat dari nilai N-Gain sebesar 0,615 dengan kategori sedang. Kemudian untuk respon peserta didik terhadap kegiatan PBL untuk meningkatkan KPS dasar pada materi getaran dapat dilihat dari nilai rata-rata presentase perolehan skor pada peserta didik sebesar 86,08%, sehingga kriteria keterlaksanaan dapat dikategorikan dengan kategori sangat tinggi. Dari hasil penelitian ini diharapkan agar model PBL dapat diterapkan dalam proses pembelajaran fisika.
Copyrights © 2023